KORANRIAU.co- Isi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mencakup pembukaan aset miliaran dolar Teheran, pelonggaran sanksi minyak dan pembukaan Selat Hormuz.
Keduanya disebut mencapai kesepakatan secara lisan
untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Dalam rancangan yang diperoleh Reuters dari
sejumlah sumber, AS disebut akan mulai membuka akses terhadap miliaran dolar
aset Iran yang selama ini dibekukan, serta memberikan pelonggaran sanksi ekspor
minyak.
Sebagai imbalannya, Iran membuka kembali Selat
Hormuz yang sebelumnya ditutup setelah serangan AS dan Israel pada Februari
lalu.
Program nuklir Iran akan dibahas dalam masa
negosiasi selama 60 hari. Washington menginginkan pembongkaran program nuklir
Iran dan pemusnahan cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi
menegaskan Iran ingin tetap mempertahankan uranium tersebut dalam bentuk yang
telah diencerkan.
Berdasarkan rancangan nota kesepahaman yang sedang
dibahas, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dan AS menghentikan blokade
angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Setelah itu, kedua negara akan melanjutkan
negosiasi mengenai program nuklir Teheran yang menjadi alasan utama Washington
melancarkan operasi militer sebelumnya.
Seorang pejabat AS mengatakan kesepakatan tersebut
memenuhi tujuan utama Presiden Donald Trump dan menempatkan proses negosiasi
pada posisi yang sangat baik.
"Kesepakatan ini memenuhi tujuan utama
Presiden Trump dan menempatkan negosiasi pada posisi yang sangat baik,"
ujarnya.
Pakistan disebut berperan sebagai mediator dalam
perundingan tersebut. Sementara itu, sumber Barat menyebut penandatanganan
kesepakatan berpotensi dilakukan paling cepat pada Minggu (14/6) dengan Jenewa,
Swiss, menjadi lokasi yang paling mungkin dipilih.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan
kedua negara telah menyepakati rancangan teks perjanjian dan Washington
berharap kesepakatan awal dapat ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.
"Kedua pihak telah menyetujui teks tersebut
dan kami memperkirakan kesepakatan awal dapat ditandatangani dalam beberapa
hari mendatang," kata pejabat AS yang enggan disebutkan namanya, seperti
dikutip dari Reuters, Sabtu (13/6).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga
mengonfirmasi kemajuan perundingan tersebut. Meski masih ada kemungkinan
perubahan dalam isi kesepakatan, ia menilai hasil sementara menunjukkan Iran
keluar sebagai pihak yang lebih kuat.
"Iran adalah pemenang perang dengan AS,"
kata Araqchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.
Di tengah kemajuan diplomatik itu, ketegangan
militer masih terjadi. Reuters melaporkan pasukan AS menembak jatuh sejumlah
drone bunuh diri Iran yang terbang menuju Selat Hormuz karena dinilai mengancam
lalu lintas pelayaran komersial.
Komando Pusat AS (CENTCOM) kemudian memastikan
jalur pelayaran di kawasan tersebut tetap terbuka.
Perkembangan menuju kesepakatan damai AS-Iran
tersebut disambut positif pasar global. Harga minyak mentah Brent turun lebih
dari 3 persen ke level terendah dalam hampir dua bulan terakhir, sementara
bursa saham dunia menguat seiring meningkatnya harapan berakhirnya konflik di
kawasan Teluk.
Meski demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin
Netanyahu menegaskan negaranya tidak akan menjadi bagian dari kesepakatan
tersebut. Israel juga menyatakan tetap mempertahankan kebebasan bertindak
terhadap ancaman yang dianggap membahayakan keamanan negaranya. cnnindonesia

No Comment to " Isi Draf Kesepakatan Damai AS-Iran "