KORANRIAU.co- Israel kembali menculik dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Saat ini berarti ada total tujuh WNI yang diculik
pasukan Zionis.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne
Mewengkang mengonfirmasi penculikan tersebut.
"Berdasarkan informasi terkini 19.50 WIB,
jumlah WNI yang ditangkap Israel telah bertambah," kata
Yvonne kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/5).
"Dari total 9 WNI anggota Global Peace Convoy
Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0, kini sebanyak 7 (tujuh) WNI
dilaporkan telah ditangkap," imbuhnya.
Kedua WNI yang baru ditangkap Israel
adalah Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto dari Dompet Dhuafa, yang
berlayar menggunakan Kapal Zefiro. Sementara itu, dua WNI lainnya diketahui
masih berada dalam kapal Kasr 1 Sadabat.
Yvonne mengatakan situasi di lapangan masih sangat
dinamis. Kedua WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi
rawan dan sewaktu-waktu dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh
militer Israel.
"Perwakilan RI terkait dalam posisi siaga
penuh untuk segera menindaklanjuti setiap perkembangan di lapangan," ujar
dia.
Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI,
kata Yvonne, akan terus memantau situasi, melakukan verifikasi posisi dan
kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah-langkah pelindungan yang dibutuhkan.
Pasukan Israel menyerang dan mencegat armada kapal
GSF di perairan internasional pada Senin (18/5) pagi. Mereka menahan ratusan
relawan termasuk lima warga negara Indonesia (WNI) yang ikut berlayar untuk
menerobos blokade Israel.
Lima WNI itu yakni jurnalis Republika Bambang
Noroyono dan Thoudy Badai, Andre Prasetyo Nugroho jurnalis Tempo TV, Rahendro
Herubowo jurnalis iNews, dan Andi Angga Prasadewa aktivis Rumah Zakat.
Mereka ditangkap pasukan Israel dalam pelayaran
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). GPCI merupakan wadah atau delegasi
nasional dari Indonesia yang tergabung dalam inisiasi GSF.
Situs web GSF yang melacak lokasi armada tersebut
menunjukkan beberapa kapal dicegat di sebelah barat Siprus.
GSF lantas mendesak pemerintah dunia harus
bertindak sekarang demi menghentikan tindakan ilegal atau pembajakan yang
bertujuan untuk mempertahankan pengepungan genosida Israel di Gaza.
cnnindonesia

No Comment to " Dua WNI Kembali Diculik Israel, Kini Total Jadi 7 Orang "