KORANRIAU.co,PEKANBARU - Polda Riau menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dalam dua pekan terakhir, aparat berhasil mengungkap 21 kasus dengan total 39 tersangka dari berbagai wilayah di Provinsi Riau.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memerangi praktik mafia energi yang merugikan negara dan masyarakat.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro, mengatakan dari hasil penindakan tersebut, pihaknya berhasil menyita barang bukti dalam jumlah besar, terutama BBM jenis solar.
“Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan perintah Presiden untuk menertibkan distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku penyalahgunaan,” tegas KombesAde, Rabu (22/4/26).
Adapun barang bukti yang diamankan meliputi 18 unit mobil roda empat dan roda enam, dua unit kapal, serta BBM bersubsidi jenis Bio Solar sebanyak 41.217 liter atau sekitar 41 ton. Selain itu, turut disita Pertalite sebanyak 1.748 liter.
Tak hanya BBM, polisi juga mengamankan LPG subsidi, yakni 194 tabung ukuran 3 kilogram dan 55 tabung ukuran 12 kilogram.
Pengungkapan kasus ini melibatkan berbagai satuan kerja dan jajaran Polres di wilayah hukum Polda Riau, di antaranya Ditreskrimsus dengan 6 kasus dan 12 tersangka, Polres Kuansing 3 kasus, Polres Indragiri Hulu 2 kasus, serta sejumlah Polres lainnya seperti Rohil, Dumai, Inhil, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Rohul, Kampar, Siak hingga Polresta Pekanbaru.
Selain penindakan, Polda Riau juga mengedepankan langkah preventif dengan memasang plang dan spanduk imbauan di sejumlah SPBU. Imbauan tersebut berisi larangan penyalahgunaan BBM bersubsidi serta peringatan kepada pengelola SPBU agar tidak melayani pihak yang tidak berhak.
Polda Riau turut menggandeng Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM di lapangan.
“Kami juga berkoordinasi dengan Patra Niaga dan Hiswana Migas. Upaya pencegahan ini kami lakukan secara kolaboratif dengan pihak terkait,” jelas Ade.
Polda Riau memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat serta pengembangan kasus guna mengungkap jaringan yang lebih besar, demi memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak diselewengkan. rol

No Comment to " Polda Riau Sikat 39 Tersangka Mafia BBM Subsidi dan Sita 41 Ton Solar "