KORANRIAU.co,PEKANBARU- Puluhan Guru Bantu (GB) di Kabupaten Kampar
mengeluhkan honor mereka yang belum dibayarkan selama
empat bulan hingga April 2026.
Para guru berharap
pemerintah daerah segera merealisasikan anggaran sesuai arahan Pemerintah
Provinsi Riau agar kesejahteraan tenaga pendidik tetap terjaga dan proses
belajar mengajar berjalan optimal.
Aspirasi tersebut disampaikan Ketua Forum Guru Bantu Kabupaten
Kampar, Putri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD
Kabupaten Kampar di ruang Badan Anggaran DPRD Kampar, Senin (20/4/2026).
Putri menjelaskan, guru bantu yang tergabung dalam kelompok Guru
Bantu Provinsi merupakan tenaga pendidik yang direkrut melalui proses seleksi
sejak tahun 2006, dengan mekanisme yang disebut serupa dengan seleksi Pegawai
Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) saat ini.
Namun hingga kini, sebagian dari mereka masih menghadapi
persoalan kesejahteraan, terutama terkait keterlambatan pembayaran honor.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2006 sempat terjadi
kondisi di mana anggaran honor guru bantu tidak dialokasikan. Saat itu,
terdapat surat dari Sekretaris Daerah yang menindaklanjuti arahan Gubernur Riau
agar pemerintah kabupaten menganggarkan honor guru bantu melalui APBD.
Menurutnya, guru bantu yang sebelumnya berada di bawah
kewenangan Pemerintah Provinsi Riau kemudian dialihkan ke pemerintah kabupaten
agar penganggaran honor dapat dilakukan melalui APBD kabupaten sesuai arahan
pemerintah provinsi.
“Namun hingga saat ini, para guru bantu di Kabupaten Kampar
masih belum menerima honor selama empat bulan terakhir,” ujar Putri.
Ia menambahkan, sejumlah daerah lain telah merealisasikan
pembayaran honor guru bantu. Karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten
Kampar juga dapat memberikan perhatian yang sama terhadap kesejahteraan tenaga
pendidik.
Forum Guru Bantu Kabupaten Kampar berharap rapat bersama
pemerintah daerah dan DPRD dapat menghasilkan solusi konkret terkait persoalan
tersebut. Mereka juga mengharapkan adanya kepastian anggaran agar para guru
dapat menjalankan tugas mengajar dengan lebih tenang dan maksimal. rpc

No Comment to " Miris, Guru Bantu di Kampar 4 Bulan Belum Gajian "