KORANRIAU.co,PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau menggelar
entry meeting, Kamis (5/3/26) di Gedung Pauh Janggih, Gedung Daerah
Riau.
Pertemuan ini guna Penandatanganan Komitmen Bersama dalam rangka dukungan
atas Pengawasan Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2026 serta tindaklanjut
Laporan Eksekutif Daerah (LED) Semester II Tahun 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengatakan,
pertemuan ini menjadi hal penting guna melihat potret tata kelola pembangunan
daerah ke depan.
"Melalui Laporan Eksekutif Daerah yang disusun oleh BPKP, kita dapat
mengetahui secara lebih objektif bagaimana kinerja pembangunan, bagaimana
kualitas perencanaan kita, serta di mana saja ruang perbaikan yang harus segera
kita lakukan," kata SF Hariyanto.
SF menyebutkan, secara umum pembangunan di Provinsi Riau menunjukkan
perkembangan yang cukup baik. Indeks Pembangunan Manusia telah mencapai 76,31
persen yang menunjukkan kualitas pembangunan manusia di daerah ini terus
meningkat.
"Namun demikian, kita juga harus jujur melihat bahwa kesenjangan
antarwilayah masih terjadi. Di beberapa wilayah pesisir dan daerah tertentu,
akses terhadap layanan dasar seperti air minum layak, sanitasi, dan listrik 24
jam masih menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,"
ujarnya.
Di sisi lain, Pemprov Riau saat ini juga menghadapi tantangan kapasitas
fiskal daerah, termasuk persoalan tunda bayar dan tunda salur yang terjadi di beberapa
daerah.
"Hal ini harus menjadi pelajaran penting bagi kita semua bahwa
perencanaan pendapatan dan belanja daerah harus semakin akurat dan
realistis," sebutnya.
Meski demikian, SF Hariyanto menegaskan, jika pembangunan daerah tidak boleh
lagi hanya berorientasi pada penyerapan anggaran. Namun juga pada hasil nyata
yang dirasakan masyarakat.
"Karena itu saya mendorong seluruh pemerintah daerah di Provinsi Riau
untuk beralih dari pendekatan input oriented menjadi result oriented. Program
dan kegiatan yang kita susun harus benar-benar menjawab persoalan
masyarakat," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau Evenri Sihombing
menyebutkan, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memastikan bahwa
proses perencanaan dan penganggaran daerah Tahun 2026 dilaksanakan secara lebih
terarah, terukur, dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional maupun
kebutuhan masyarakat daerah.
"Melalui komitmen ini, diharapkan terwujud peningkatan kualitas tata
kelola keuangan dan pembangunan daerah di Provinsi Riau, sehingga setiap
kebijakan dan alokasi anggaran mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan
kesejahteraan masyarakat," kata Evenri. nor
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|

No Comment to " Pemprov-BPKP Riau Kolaborasi Perbaikan Kualitas Perencanaan dan Penganggaran Daerah "