KORANRIAU.co- Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu mengirim prajurit ke dua negara bagian setelah 200 warganya tewas ditembak kelompok bersenjata.
Al Jazeera melaporkan sekelompok orang menyerbu
komunitas Woro di negara bagian Kwara pada Selasa (3/2) malam hingga menewaskan
setidaknya 170 orang.
Di negara bagian Katsina, 21 orang juga dilaporkan
meninggal dunia dalam serangan oleh kelompok bersenjata.
Dalam pernyataan resmi pada Rabu (4/2), Tinubu
mengatakan komando militer akan memburu kelompok-kelompok bersenjata tersebut
dan melindungi warga sipil.
Ia mengutuk keras serangan ini dan menyebut para
pelaku bertindak "pengecut dan barbar" karena menargetkan mereka yang
menolak kepercayaan ekstremis.
"Sungguh terpuji karena anggota komunitas,
meskipun Muslim, menolak keyakinan yang mempromosikan kekerasan daripada
perdamaian," kata Tinubu, seperti dikutip Al Jazeera.
Belum ada satu pun kelompok yang mengaku
bertanggung jawab atas serangan ini.
Berdasarkan kesaksian warga setempat, para
penyerang merupakan pemeluk Islam garis keras yang telah lama menyebarkan
ajaran radikal ke penduduk. Mereka mendesak warga meninggalkan negara bagian
tersebut.
Pemerintah Nigeria telah menuduh "sel
teroris" sebagai dalang di balik serangan mematikan ini. Tinubu dan para
penduduk setempat secara spesifik menyalahkan Boko Haram, sebuah kelompok
ekstremis Islam di Nigeria.
Pembunuhan di Kwara ini menjadi tragedi paling
mematikan di kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Serangan ini
menyusul operasi militer di wilayah itu yang menargetkan "elemen-elemen
teroris".
Menurut Ahmed Idris dari Al Jazeera, serangan
semacam ini biasa terjadi kapan pun angkatan bersenjata memulai operasi di
suatu wilayah yang didiami kelompok bersenjata.
Juru bicara kepolisian Kwara Adetoun Ejire-Adeyemi
mengatakan unitnya dan militer telah dikerahkan untuk bekerja sama dalam
melakukan pencarian dan penyelamatan korban luka dan penculikan.
Menurut anggota parlemen di negara bagian Kwara,
para penyerang menyergap warga dan membunuh mereka setelah mengikat tangan
mereka ke belakang.
Warga yang selamat disebut melarikan diri ke
semak-semak belukar saat kelompok bersenjata menyatroni dan membakar rumah dan
pertokoan.
Cuplikan gambar dari siaran televisi lokal menunjukkan
banyak jenazah tergeletak di tanah dengan tangan terikat serta rumah-rumah
terbakar.
Serangan ini mengakhiri pakta perdamaian antara warga dengan kelompok
bersenjata di Nigeria yang telah berlangsung selama enam bulan.
Peristiwa ini juga menggarisbawahi dilema yang
dialami warga setempat, di mana mereka hidup dengan bayang-bayang kekerasan
kelompok ekstremis. Warga di daerah terpencil biasanya harus membayar atau
memberikan makanan kepada kelompok bersenjata agar mereka bisa hidup aman.
cnnindonesia

No Comment to " Presiden Nigeria Kirim Pasukan usai 170 Warga Tewas Ditembak Ekstremis "