Foto: Salah satu korban luka akibat bentrokan.
KORANRIAU.co,PEKANBARU - Bentrokan berdarah di areal perkebunan kelapa sawit eks PT BS, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, menelan korban jiwa. Seorang pekerja koperasi dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (7/2/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun IV Rintis, Desa Sontang, Kecamatan
Bonai Darussalam. Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan melibatkan
pekerja dari tiga koperasi, yakni Koperasi Sontang Bertuah Desa Sontang,
Koperasi Telago Biru Sakti Desa Kasang Padang, dan Kelompok Tani Sakai Bersatu
Desa Pauh, dengan Pam Swakarsa PT Nusantara Sawit Majuma (NSM), mitra kerja
sama operasional (KSO) PT Agrinas Palma Nusantara (APN).
Insiden bermula sekitar pukul 16.30 WIB ketika para pekerja koperasi tengah
beristirahat di barak Kantor eks PT BS. Sekitar pukul 17.00 WIB, sekelompok Pam
Swakarsa mendatangi lokasi. Situasi yang semula kondusif kemudian memanas dan
berujung pada bentrokan fisik.
Akibat kejadian tersebut, seorang pekerja koperasi berinisial BB meninggal
dunia di lokasi kejadian. Selain korban tewas, dua orang dilaporkan mengalami
luka berat dan tiga lainnya luka ringan. Seluruh korban telah mendapatkan
penanganan medis, sementara jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara
Pekanbaru untuk keperluan autopsi.
Saksi mata sekaligus korban selamat, Adi, mengatakan bentrokan terjadi
secara tiba-tiba saat para pekerja sedang beristirahat.
“Kami sedang istirahat di barak. Tiba-tiba datang sekelompok orang yang
mengaku dari KSO PT Agrinas Palma Nusantara. Situasi langsung kacau dan kami
berusaha menyelamatkan diri lewat bagian belakang barak,” ujar Adi.
Pasca bentrokan, para pekerja koperasi bersama pengurus dari tiga desa
mendatangi Polsek Bonai Darussalam untuk membuat laporan polisi. Laporan
tersebut tercatat dengan Nomor: STTLP/B/7/II/2026/SPKT/POLSEK BONAI
DARUSSALAM/POLRES ROKAN HULU/POLDA RIAU, tertanggal 8 Februari 2026, dengan
dugaan tindak pidana penganiayaan berat dan dugaan pembunuhan berencana.
Salah seorang perwakilan pekerja koperasi sekaligus pelapor, Yulius Haki,
menyatakan pihaknya menempuh jalur hukum agar peristiwa tersebut dapat diproses
secara adil dan transparan.
“Kami melaporkan kejadian ini ke kepolisian agar ada kejelasan hukum. Kami
berharap aparat menindaklanjuti laporan kami secara profesional dan memberikan
rasa keadilan bagi korban dan keluarga,” kata Yulius.
Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Hingga Minggu
(8/2/2026) sore, Kepolisian Resor Rokan Hulu telah mengamankan 12 orang terduga
pelaku untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kasat Reserse Kriminal Polres Rokan Hulu, AKP Tony Prawira, memastikan
proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan.
“Kami telah mengamankan sejumlah terduga pelaku dan saat ini masih
melakukan pendalaman. Seluruh pihak yang terlibat akan diproses sesuai
ketentuan hukum,” kata AKP Tony.
Selain menimbulkan korban jiwa, bentrokan tersebut juga mengakibatkan
kerusakan sejumlah aset milik pekerja dan warga sekitar. Polisi telah melakukan
olah tempat kejadian perkara serta mengamankan barang bukti guna kepentingan
penyidikan.
Sementara itu, Camat Bonai Darussalam menjadwalkan pertemuan para pihak
pada Selasa, 10 Februari 2026. Berdasarkan laporan dari pihak koperasi, dalam
pertemuan tersebut mereka meminta PT Agrinas Palma Nusantara mengevaluasi dan
membatalkan kerja sama dengan PT Nusantara Sawit Majuma (NSM) sebagai KSO.
Pihak koperasi menyatakan, apabila dalam pertemuan tersebut tidak ada
keputusan evaluasi terhadap KSO, para pekerja dan masyarakat yang tergabung
dalam koperasi berencana melakukan aksi di areal perkebunan serta di Kantor PT
Agrinas Palma Nusantara Regional Riau 2.
Diketahui, berdasarkan profil perusahaan Kementerian Hukum dan HAM, Nico
Jan Andrio Sianipar tercatat sebagai Direktur Utama PT Nusantara Sawit Majuma.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami motif dan rangkaian peristiwa
bentrokan yang menelan korban jiwa tersebut. rls/nor

No Comment to " Korban Tewas Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul, Pekerja Koperasi "