KORANRIAU.co- Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) merespons klaim Amerika Serikat yang menilai organisasi tersebut kerap menghina dan mencoreng nama baik Negeri Paman Sam.
Melalui pernyataannya pada Sabtu (24/1), WHO
mencatat pernyataan dari pemerintah AS yang menuding organisasi telah
"menjelekkan dan mencoreng" serta menghina AS, sekaligus
mengompromikan independensinya.
"Tuduhan tersebut tidak benar. Seperti halnya
terhadap setiap Negara Anggota, WHO selama ini selalu berupaya menjalin
keterlibatan dengan Amerika Serikat secara itikad baik, dengan penuh
penghormatan terhadap kedaulatannya," bunyi pernyataan WHO di situs
resminya.
Dalam pernyataan itu, WHO turut buka suara
merespons keputusan AS yang resmi keluar dari organisasi tersebut. Salah satu
alasan AS keluar dari WHO adalah pemerintahan Presiden Donald Trump menilai
organisasi itu gagal menangani pandemi Covid-19 dan kerap menentang
kepentingan Negeri Paman Sam sebagai pendonor terbesar.
"Dalam pernyataannya, Amerika Serikat menyebut 'kegagalan WHO selama
pandemi Covid-19' sebagai salah satu alasan keputusannya, termasuk tudingan
bahwa WHO 'menghambat pembagian informasi penting secara tepat waktu dan
akurat' serta 'menutupi kegagalan tersebut'. Meski tidak ada satu pun
organisasi atau pemerintah yang melakukan segalanya dengan sempurna, WHO tetap
berdiri pada responsnya terhadap krisis kesehatan global yang belum pernah
terjadi sebelumnya ini," pungkas WHO.
Dalam pernyataan itu, WHO turut menjabarkan
hal-hal yang telah organisasi di bawah naungan PBB itu lakukan dalam menanggapi
pandemi Covid-19 yang belum pernah terjadi ini.
WHO bahkan membeberkan bahwa organisasi langsung
melakukan peninjauan, memantau ketat, hingga mengaktifkan sistem manajemen
insiden daruratnya begitu menerima laporan pertama klaster kasus
"pneumonia misterius" di Wuhan, China pada 31 Desember 2019 yang
menjadi awal penyebaran pandemi Covid-19 di dunia.
"Sepanjang pandemi, WHO bertindak cepat,
membagikan seluruh informasi yang dimilikinya secara cepat dan transparan
kepada dunia, serta memberikan rekomendasi kepada Negara Anggota berdasarkan
bukti terbaik yang tersedia. WHO merekomendasikan penggunaan masker, vaksin,
dan pembatasan jarak fisik, namun tidak pernah merekomendasikan kewajiban
masker, kewajiban vaksin, maupun kebijakan lockdown. WHO mendukung pemerintah
berdaulat untuk mengambil keputusan yang mereka anggap terbaik bagi rakyatnya,
dan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan masing-masing
pemerintah," ucap WHO menambahkan.
AS Resmi keluar dari WHO pada Kamis (22/1) lalu,
merealisasikan perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump
pada hari pertama masa jabatan periode keduanya tahun lalu yang berjanji
mengeluarkan AS dari organisasi internasional tersebut.
"Pada 20 Januari 2025, Presiden Donald Trump
menandatangani Perintah Eksekutif 14155 yang secara resmi memulai proses
penarikan Amerika Serikat dari WHO[...]Sebagai tindak lanjut dari perintah
tersebut dan setelah melewati masa pemberitahuan satu tahun yang diwajibkan,
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi keluar dari WHO pada 22 Januari 2026,"
bunyi pernyataan Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS).
Dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri Marco
Rubio,Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr yang dikenal anti-vaksin juga
menyalahkan "kegagalan WHO selama pandemi Covid-19" sebagai alasan
utama penarikan diri AS dari organisasi tersebut.
Rubio dan Kenedy Jr juga mengeklaim WHO kerap
bertentangan dengan kepentingan AS terlepas dari seberapa banyak Negeri Paman
Sam telah berkontribusi bagi organisasi tersebut.
"Seperti banyak organisasi internasional
lainnya, WHO dinilai telah meninggalkan misi intinya dan berulang kali
bertindak bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat," ucap Rubio dan
Kennedy Jr.
"Meski Amerika Serikat merupakan anggota
pendiri sekaligus penyumbang dana terbesar WHO, organisasi tersebut justru
menjalankan agenda yang terpolitisasi dan birokratis, yang dipengaruhi oleh
negara-negara yang memusuhi kepentingan Amerika."
cnnindonesia

No Comment to " WHO Jawab Tuduhan Trump soal Hina AS & Gagal Urus Pandemi Covid-19 "