KORANRIAU.co-- Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa
Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan
perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian
mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu
pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan
seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau
sudah meninggal dunia," cerita Rifai mengutip detikcom, Kamis (8/1).
"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya
kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah
bisa jalan sampai sekarang ini," lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan,
Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya.
Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25
Desember 2025 lalu.
"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain
adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan
amanah untuk datang ke sana," jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf
itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis
melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan
ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu
perjalanan ke Prambanan dan Borobudur," ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan
zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang
terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang
ada di Candi Prambanan.
"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama
untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro
Jonggrang dan untuk melepaskan itu," ungkap dia.
"Dan mendoakan leluhur yang ada di
sana," lanjut dia.
Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya
berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu
ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya
jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual
tersebut.
"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan
terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya
bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai
syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,"
jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk
merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih
kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling
menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa," jelasnya.
cnnindonesia

No Comment to " Pimpinan Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral "