KORANRIAU.co,PEKANBARU - Sebanyak 6.085 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian, melainkan sebuah pernyataan cinta terhadap akar silsilah.
Peristiwa yang diinisiasi oleh Badan Kerja sama
Organisasi Wanita (BKOW) Riau ini akhirnya resmi ditasbihkan sebagai Rekor
Dunia, sebuah pencapaian yang memahat nama Bumi Lancang Kuning di singgasana
kehormatan internasional.
Mengusung tema "Bersatu Dalam Gerak Zapin
Lestarikan Budaya Melayu," ribuan pasang kaki itu melangkah dengan irama
yang presisi, seolah sedang berdialog dengan leluhur. Pelaksana Tugas (Plt)
Gubernur Riau, SF Hariyanto, memandang pemandangan kolosal ini dengan mata yang
berbinar penuh kebanggaan.
Baginya, gemuruh tabuhan marwas dan gesekan gambus
yang mengiringi 6.000 jiwa tersebut adalah bukti bahwa Riau tidak pernah goyah
meski dihantam badai modernitas yang kian menderu di ufuk zaman.
"Riau memilih jalan yang berbeda. Kita
memilih untuk maju tanpa tercerabut, berkembang tanpa meninggalkan akar, dan
membangun tanpa mengorbankan nilai," tutur SF Hariyanto, Ahad (11/2/26).
Di matanya, keberhasilan mengumpulkan ribuan
penari ini adalah sebuah diktum budaya bahwa kemajuan teknologi tidak
seharusnya menenggelamkan pusaka moyang, melainkan harus berjalan beriringan
dalam harmoni yang indah.
Lebih jauh, ia memaknai Tari Zapin sebagai sebuah
peradaban yang diterjemahkan ke dalam olah raga dan rasa. Baginya, setiap derap
langkah yang serempak adalah pengejawantahan dari disiplin, kekompakan, dan
adab yang luhur.
Zapin mengajarkan sebuah filosofi hidup yang
mendalam, bahwa kebersamaan adalah pondasi yang jauh lebih utama daripada
keinginan untuk menonjolkan diri sendiri, dan kecantikan sejati hanya bisa
lahir dari keteraturan batin.
Keanggunan itu pun terpancar dari busana kebaya
labuh kekek yang membalut raga para penari perempuan, menciptakan sebuah narasi
tentang kehormatan yang tak lekang oleh waktu.
SF Hariyanto menegaskan, bahwa di saat dunia
seakan berlomba-lomba mempertontonkan kebebasan yang tanpa sekat, perempuan
Melayu Riau justru berdiri tegak menunjukkan bahwa kesantunan adalah sebuah
kekuatan yang menggetarkan. Pakaian tersebut adalah benteng marwah, lambang
kemuliaan yang dijaga dengan penuh ketulusan.
"Begitu pula kebaya labuh kekek yang
dikenakan hari ini. Di saat dunia berlomba-lomba menampilkan kebebasan tanpa
batas, perempuan Melayu Riau justru menunjukkan bahwa kehormatan adalah
kekuatan, bukan kelemahan," ungkapnya.
"Pemprov Riau tidak akan membiarkan budaya
Melayu hanya hidup di panggung seremonial. Komitmen kami jelas dan
terukur," ungkap SF Hariyanto dengan penuh keyakinan.
Ia berjanji bahwa perempuan-perempuan Melayu akan
terus didorong untuk menjadi garda terdepan sebagai penjaga nilai-nilai luhur,
memastikan bahwa mereka adalah ruh utama dalam pelestarian budaya, bukan
sekadar pelengkap hiasan dalam sebuah acara.
Satu hal yang memantik kekaguman adalah
kemandirian di balik kemegahan acara ini, di mana seluruh rangkaian kegiatan
terselenggara tanpa menyentuh sepeser pun dana APBD. SF Hariyanto memberikan
apresiasi setinggi langit kepada BKOW Provinsi Riau atas dedikasi yang tak
terhingga. Baginya, ini adalah kerja konsistensi, sebuah pengabdian yang lahir
dari keyakinan batin dan kecintaan yang tulus terhadap tanah tumpah darah,
bukan sekadar tugas administratif yang kering.
Bagi pemerintah daerah, torehan rekor dunia ini
bukanlah garis finis, melainkan sebuah titik mula bagi sebuah gerakan
kebudayaan yang lebih masif dan berkesinambungan. Angka 6.000 penari itu
bukanlah sekadar statistik di atas kertas rekor, melainkan sebuah proklamasi
kepada seluruh penjuru Indonesia bahwa Riau menjaga warisan leluhurnya dengan
sungguh-sungguh, dengan cara yang bermartabat, dan dalam bingkai kebersamaan
yang kokoh.
SF Hariyanto mengajak seluruh lapisan masyarakat
untuk terus merawat api tradisi ini agar tak padam ditelan masa. Pementasan
kolosal di Jalan Gajah Mada itu adalah sebuah monumen hidup tentang jati diri
bangsa yang teguh. Zapin akan terus menari di Bumi Lancang Kuning, menjadi
pengingat bahwa di setiap langkah yang kita ambil, ada doa dan nilai-nilai
leluhur yang senantiasa menuntun jalan menuju masa depan yang gemilang. Rls/nor

No Comment to " 6.085 Penari Zapin Riau Menuju Rekor Dunia "