• Inter Milan vs Lecce, Laga Pembuktian Conte

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Senin, 26 Agustus 2019
    A- A+
    Antonio Conte
    KORANRIAU.co - Antonio Conte sudah lima tahun lebih tak merasakan atmosfer laga Serie A. Ya, kemenangan 3-0 atas Cagliari pada 18 Mei 2014 silam adalah kali terakhir Conte berada di bench klub Serie A dengan Juventus. Setelah empat tahun lebih berkelana jadi pelatih timnas Italia dan pergi ke Premier League membesut Chelsea, dini hari nanti WIB penanda comeback-nya.

    Kini, The Godfather, julukan Conte, bersama Inter Milan. Conte akan mulai meneruskan 72,7 persen catatan kemenangan di Serie A ketika menjamu Lecce, di Giuseppe Meazza, Milan. (Siaran langsung beIN Sports 2 pukul 01.45 WIB). ”Scudetto? Jalan mendekati Juventus sudah dimulai,” sebut Conte pada, konferensi pers di Appiano Gentile, kamp latihan Inter, tadi malam WIB.

    Bagi Conte, laga pertama Serie A selalu mulus selama dia masih membesut Juventus. Di Nerazzurri, julukan Inter, Conte merasa akan ada yang beda. ”Ada keinginan dan emosi, karena kami bakal memulai dengan tantangan baru, disertai antusiasme dan gairah,” tambah allenatore pengoleksi tiga scudetto itu.

    Rapor dengan hanya sekali kalah dari sembilan laga pramusim jadi modal tactician yang berusia 50 tahun itu mengenali Samir Handanovic dkk. Termasuk kombinasi antara nama lawas dan pemain baru, seperti Romelu Lukaku, Stefano Sensi, dan Nicolo Barella. ”Aku menemukan komposisi terbaik dan itu penting bagi saya,” klaimnya.

    Di era Conte inilah skema back three yang kurang familier di Inter dipertaruhkan. Ketika bermain di Serie A, Stefano Pioli jadi pelatih terakhir yang memakai skema tersebut di Inter. Di Serie A 2016 – 2017, Pioli memenangi empat dari enam laga ketika memakai tiga bek. Terakhir saat mengalahkan Lazio di Olimpico dalam giornata 37, 21 Mei 2017.

    Menurutnya, kemenangan dalam giornata pertama bisa menentukan langkan Inter dalam pacuan kuda menggoyang dominasi Juve di Serie A. ”Yang terpenting fans kami bisa mengenali ambisi timnya. Ambisi tim yang memulai dengan semua serba baru,” ungkap Conte. Mudahkah menggapai level Juve? ”Hanya waktu yang akan menjawabnya,” ucap Conte. Forbes menyebut, Inter adalah klub yang memiliki potensi terbesar menyudahi dominasi Juve di Serie A. Uniknya Lecce adalah klub masa muda Conte sebelum bergabung ke Juve, 1991.

    Senada dengan Conte, Sensi sebagai wajah baru di Inter juga menganggap giornata awal Serie A ini penting baginya. Meskipun masih baru dipinjam Inter dari Sassuolo di musim panas ini, Sensi merasa sudah menyatu dengan lini tengah Inter. ”Aku belum merasa telah 100 persen. Tetapi, aku sudah merasa nyaman dengan permainan Inter bersama Conte,” beber Sensi, kepada DAZN.
    Gelandang masa depan Azzurri, julukan timnas Italia, itu menyebut Conte sebagai sosok yang penuh ambisi. Dan, itu jadi motivasi dia dan rekan-rekannya. ”Dia pelatih yang membenci kemalasan. Dia selalu menginginkan hasil akhir yang sempurna,” tambah pemain yang disebut-sebut mirip dengan Xavi gaya mainnya itu.

    Fabio Liverani, nahkoda Lecce, baru kali ini head to head dengan Conte sebagai pelatih. Tetapi, saat sama-sama jadi pemain, Liverani pernah mengalahkan Juve bersama Conte. Di dua kali lawan Conte, Liverani bersama Lazio sekali menang dalam final Coppa Italia 2003 – 2004. ”Yang kami nanti, apakah klub dengan modal seperti Inter dan pelatih sehebat Conte sudah siap pada awal musim ini?” sindir Liverani, dikutip Football Italia. (koc/indopos)


    Subjects:

    Olahraga
  • No Comment to " Inter Milan vs Lecce, Laga Pembuktian Conte "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com