• Chelsea Porak Poranda Melawan Manchester United

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Selasa, 13 Agustus 2019
    A- A+
    Striker Manchester United Marcus Rashford melakukan selebrasi setelah mencetak gol ketiga mereka selama pertandingan Liga Inggris yang mempertemukan Manchester United dengan Chelsea di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, (11/8/2019). (Foto oleh Oli Scarff / AFP )
    Chelsea cuma bikin malu. Klub asal Stamford Bridge itu seperti mengikuti turnamen futsal. The Blues kalah dengan skor superbesar. Manchester United begitu leluasa menghancurkan Chelsea sebagai lawannya di matchweek perdana Premier League Senin (12/8/2019) di Old Trafford. Empat gol digelontorkan ke gawang Kepa Arrizabalaga.

    Penyerang Marcus Rashford menjadi mimpi buruk buat Cesar Azpilicueta dkk. Pemain yang diorbitkan oleh Louis van Gaal dalam skuad utama United musim 2014-2015 itu memborong dua gol. Yakni penalti di menit ke-18 dan satu lagi di menit 67. Dua gol lainnya disumbangkan Anthony Martial (65′) kemudian Daniel James (81′) menggenapi kegembiraan pendukung United.

    “Seperti yang saya katakan kepada anak-anak sebelum pertandingan, saat  ini kami telah menemukan cara bermain seperti yang diinginkan dan filosofinya. Para pemain tinggal menjalankan dan melakukan yang sama (dengan latihan pramusim),” kata Solskjaer dikutip Manchester Evening News.

    Nah, situasi yang ditemui Solskjaer yang nyetel dengan anak buahnya ini berkebalikan dengan apa yang dialami Frank Lampard dan Chelsea. Meski cuma sekali kalah di pramusim, modal tersebut tak berarti apapun di musim reguler.

    Usai pertandingan Lampard mengatakan kepada Sky Sports jika timnya membayar mahal untuk kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan timnya. Selain itu periode lebih pendek Lampard bersama Chelsea ketimbang Solskjaer mengarsiteki United jadi pembeda.

    “Hanya empat kesalahan dan tak lebih banyak dari itu, United bermain dengan teknik yang sangat bagus. Kami harus bangkit karena sungguh rasa itu tak membuat nyaman,” kata Lampard. “Kalau dilihat penampilan keseluruhan kami tak pantas kalah telah dengan empat gol,” tambah pelatih berusia 41 tahun itu.

    Chelsea sempat mengejutkan lini belakang United saat tendangan penyerangnya Tammy Abraham mengenai tiang di menit keempat. Cuma momentum itu kemudian gagal dilanjutkan The Blues untuk menang.

    Kecerobohan bek Chelsea Kurt Zouma menjadi awal petaka. Selain nyaris blunder, Zouma malah dengan berani melakukan hadangan saat penyerang United Marcus Rashford mencoba melewatinya di kotak penalti.

    Di babak kedua, gelandang Paul Pogba mengorkestrasi dua gol United. Masing-masing untuk gol kedua Rashford atau gol ketiga United. Serta gol keempat United oleh pemain baru mereka Daniel James.

    Menurut Daily Mail ketiga gol United di babak kedua bersumber pada satu hal. Yakni adanya celah menganga di lini belakang dan tengah Chelsea. Jorginho yang biasanya bermain sebagai benteng di depan empat bek tidak melakukan tugasnya dengan baik.

    Misalnya untuk gol ketiga United. Bisa dikatakan kombinasi long pass Pogba kepada Rashford seharusnya sudah diantisipasi lini belakang.  Sejak kedatangan Solskjaer Desember tahun lalu, Pogba adalah pemain paling pentingnya.

    Opta menulis di ajang Premier League, Pogba terlibat sepuluh gol dan delapan assist dalam 22 penampilannya di era Solskjaer. Dan tak ada pemain lain yang lebih dominan dalam mencetak gol maupun mengirim assist selain Pogba saat Solskjaer jadi pelatih.

    Football London menuliskan transisi taktik yang terlalu berani oleh Lampard juga menjadi salah satu penyebabnya. Musim lalu di bawah kendali Maurizio Sarri, Chelsea bermain selalu dengan 4-3-3. Kalaupun ada variasianya, maka yang diubah adalah nama-nama pemainnya. Dan bukan formasinya.

    “Terakhir kali Chelsea memakai formasi 4-2-3-1 terjadi tiga tahun lalu. Atau musim 2016-2017 ketika tim di bawah kendali Antonio Conte,” tulis Football London. Tepatnya saat menang 4-2 atas Leicester City di putaran ketiga Piala Liga (21/9/2016).  Football London menulis salah satu pelatih Chelsea dengan pemahaman transisi taktik terbaik adalah Conte. Perubahan tiga bek yang disukai Conte tak dilakukan secara radikal pada musim perdananya.

    Pada musim 2016-2017 dimana Chelsea keluar sebagai juara Premier League di akhir musim, maka Conte memakai delapan kali formasi empat bek di awal musim kemudian berganti skema tiga bek pada 39 laga selanjutnya.

    Terhadap kekalahan telak yang dialami Chelsea ini pundit Sky Sports yang merupakan mantan pelatih United maupun Chelsea Jose Mourinho menyebut beberapa titik kelemahan Lampard sebagai pelatih debutan. Meme di Bleacher Reports malah meledek kalau Chelsea mempekerjakan seorang guru olahraga dan bukan pelatih sepak bola saking ala kadarnya skema permainan Chelsea.  “Kalau saya sebagai pelatih maka saya akan sangat frustasi melihat apa yang dilakukan Zouma. Karena level kesalahan yang dilakukannya adalah level dasar dari seorang pemain belakang,” ucap Mourinho.

    Pria asal Setubal tersebut juga menyatakan ‘keberanian’ Lampard dengan menurunkan mayoritas pemain muda harus dibayar mahal. Pemain-pemain ini dianggap kurang pengalaman dan tak bisa keluar dari tekanan untuk laga sebesar United lawan Chelsea.

    Disinggung soal pernyataan Mourinho tentang terlalu banyak pemain muda di skuadanya, Lampard membela diri. Eks pelatih Derby County itu disebut lebih memilih nama-nama seperti Abraham serta Mason Mount ketimbang Willian atau malah N’Golo Kante yang tak sungguh-sungguh cedera.

    “Saya tak bisa menyeret pemain untuk keluar dari ruang pengobatan untuk memaksanya bermain. Kami bermain bagus 45 sampai 60 menit dan saya percaya skuad saya,” bela Lampard untuk rapor merah yang diberikan kepada Mout. (koc/Indopos)

    Subjects:

    Olahraga
  • No Comment to " Chelsea Porak Poranda Melawan Manchester United "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0813 7118 3788 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com