Foto: Kadiskominfotik Riau Supriadi.
KORANRIAU.co,PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi keterbukaan informasi publik sebagai instrumen utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Hal ini disampaikan
oleh Plt Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan
Statistik (Kadiskominfotik) Provinsi Riau, Supriadi, dalam peringatan Hari Pers
Nasional (HPN) dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80 tingkat
Provinsi Riau yang digelar di Gedung PWI, Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, Kamis
(7/5/26).
Supriyadi
menyampaikan, bahwa ketersediaan ruang informasi publik yang sehat dan
terpercaya merupakan tanggung jawab pemerintah dalam melayani hak tahu
masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban regulasi,
melainkan wujud transparansi dalam menjalankan roda pemerintahan. Pemprov Riau
menyadari bahwa sinergi antara pemerintah dan awak media adalah kunci utama
dalam menciptakan ekosistem komunikasi yang sehat di Bumi Lancang Kuning.
Langkah
strategis ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang tertuang dalam
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau Tahun
2025–2029. Pemprov Riau menargetkan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang
berintegritas, adaptif, dan partisipatif. Fondasi ini diharapkan mampu membawa
Riau menjadi provinsi yang berbudaya Melayu, dinamis, ekologis, agamis, serta
unggul dalam berbagai sektor pembangunan di masa depan.
"Pers
memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat, memperkuat
partisipasi publik, hingga menjaga suasana kondusif. Di tengah arus informasi
yang serba cepat dan rentan hoaks, kehadiran informasi akurat dari pers sangat
dibutuhkan untuk menyejukkan suasana," ujar Supriadi di hadapan para tokoh
pers Riau.
Pihak
Pemprov Riau juga memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi berkelanjutan
para insan pers dalam mengawal program pembangunan. Selama ini, pemberitaan
yang dihasilkan media massa dianggap sangat membantu pemerintah dalam memotret
dinamika sosial serta mengevaluasi efektivitas pelayanan publik. Kontribusi
tersebut dinilai sebagai bentuk kontrol sosial yang konstruktif bagi akselerasi
kemajuan daerah di berbagai lini.
Lebih
lanjut, Supriyadi meyakini bahwa hubungan harmonis antara birokrasi dan media akan
berbanding lurus dengan kualitas demokrasi di tingkat daerah.
"Kami
percaya, hubungan yang baik antara pemerintah dan pers akan memperkuat kualitas
demokrasi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap setiap tahapan
pembangunan yang tengah kita laksanakan," tambahnya dengan nada
optimistis.
Menghadapi
tantangan disrupsi digital, Pemprov Riau berkomitmen untuk terus menjaga ruang
kebebasan pers yang sehat, terbuka, namun tetap menjunjung tinggi prinsip
tanggung jawab. Sebagai mitra strategis, pers diharapkan tidak hanya menjadi
penyampai pesan pemerintah, tetapi juga berperan sebagai perekat sosial yang
mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat di tengah keberagaman.
Kadiskominfotik
mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi demi
kesejahteraan masyarakat Riau secara luas. Ia berharap momentum HPN 2026
menjadi titik balik bagi penguatan profesi jurnalis yang profesional dan
independen.
"Mari
bangun Riau dengan semangat kolaborasi. Semoga pers Riau semakin profesional
dan dicintai masyarakat dalam mengawal kemajuan daerah," pungkas Supriyadi.
mcr

No Comment to " Peringatan HPN, Kadiskominfotik Riau Sebut Pers Mitra Strategis Pembangunan "