KORANRIAU.co- Serangan Israel di Lebanon menewaskan jurnalis surat kabar Al-Akhbar bernama Amal Khalil dan melukai seorang fotografer yang mendampinginya pada Rabu (22/4).
Dilansir Reuters, Khalil dan fotografer
lepas Zeinab Faraj disebut sedang meliput perkembangan di dekat kota al-Tayri,
ketika serangan Israel menghantam kendaraan di depan mereka.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan keduanya
kemudian berlari ke sebuah rumah di dekatnya, yang kemudian juga menjadi
sasaran serangan Israel.
Pemimpin Serikat Jurnalis di Lebanon, Elsy
Moufarrej, mengatakan tim penyelamat Lebanon kemudian berhasil menyelamatkan
Faraj.
Ketika tim penyelamat kembali untuk membantu
Khalil, militer Israel kembali menjatuhkan granat sehingga menghalangi akses
mereka ke gedung yang rusak.
Kematian Khalil menambah jumlah korban tewas dalam
serangan yang terjadi pada Rabu (22/4), menjadi lima orang.
Ini juga menjadi hari paling mematikan sejak
gencatan senjata Israel-Lebanon 10 hari diumumkan pada 16 April lalu, demi
menghentikan permusuhan antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon,
Hizbullah.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengatakan
serangan yang menargetkan jurnalis dan penghambatan upaya bantuan merupakan
"kejahatan perang".
"Lebanon tidak akan menyia-nyiakan upaya apa
pun untuk menuntut kejahatan ini di hadapan badan-badan internasional yang
relevan," kata Salam d X.
Sebelumnya Kementerian Kesehatan Lebanon
mengatakan Israel "mencegah penyelesaian misi kemanusiaan dengan
menembakkan granat suara dan amunisi tajam ke ambulans."
Tidak ada komentar langsung dari militer Israel
mengenai kematian Khalil. Sebelumnya militer Israel mengatakan dalam sebuah
pernyataan bahwa mereka telah menerima laporan soal dua jurnalis yang terluka
akibat serangan mereka.
Dalam pernyataan sebelumnya, militer Israel
membantah telah mencegah tim penyelamat mencapai daerah tersebut.
Pada Maret lalu, serangan udara Israel menewaskan
tiga jurnalis di Lebanon selatan. Dalam serangan itu, Israel mengaku telah
menargetkan salah satu wartawan tersebut.
Menurut otoritas Lebanon, lebih dari 2.400 orang
tewas di Lebanon sejak Israel melancarkan serangan sebagai tanggapan atas
serangan Hizbullah pada 2 Maret. cnnindonesia

No Comment to " Serangan Granat Israel Bunuh Jurnalis-Fotografer di Lebanon "