KORANRIAU.co,PEKANBARU - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuansing memakan korban. Kali ini, peristiwa memilukan menimpa JA (15), siswa MTs di Desa Beringin Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, meninggal dunia.
JA dari yang melakukan aktivitas PETI di bekas aktivitas PETI di Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, tertimbun tanah yang tepat berada di atasnya. Meski sempat ditolong warga dan dibawa ke rumah sakit, JA akhirnya meninggal dunia.
"Saya turut berduka cita dengan peristiwa ini. PETI kembali menyebabkan korban. Kali ini malah menimpa anak remaja," ujar Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH yang ikut prihatin, Ahad (8/3/26).
Kapolres Hidayat Perdana menjelaskan, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 15.00 Wib pergi dengan temannya menggunakan sepeda motor ke lokasi tersebut.
Mereka mencoba mencari emas dengan manual. Menggunakan dulang dan sekop. Saat bekerja melakukan urukan tanah bahan dulang, tanya yang berada di atas JA tubuh dan menimbunnya.
Teman JA berteriak minta tolong. Warga melakukan pertolongan dan langsung membawa ke rumah sakit. Namun JA yang mengalami sesak nafas tidak bisa di tolong dan akhirnya meninggal dunia.
Kasus PETI dengan korban jiwa sudah beberapa kali terjadi. Terutama aktivitas PETI jenis Setingkai yang membahayakan. Karena dilakukan dengan dilakukan dengan penyemprotan dinding tanah dan penyelaman ke dalam air.
Polres Kuansing dan jajaran sudah selalu melakukan himbauan pada masyarakat dan penertiban di lapangan. Bahwa PETI merusak lingkungan, merugikan masyarakat banyak dan memiliki risiko yang membahayakan nyawa. Tetapi aktivitas PETI tidak juga berhenti.
"Ini karena sudah berlangsung lama dan masyarakat banyak yang mengandalkan ekonominya dari aktivitas PETI. Tergiur ingin mudah mendapatkan uang. Apalagi mau lebaran," ujarnya. rpc

No Comment to " Siswa di Kuansing Tewas Tertimbun Tanah saat Mendulang Emas "