KORANRIAU.co- Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengaku tak khawatir atas laporan yang menyebut Rusia memberikan bantuan intelijen kepada Iran terkait posisi pasukan AS di Timur Tengah.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan,
Washington tetap memantau seluruh perkembangan tersebut. Namun demikian, ia
menilai, bantuan Rusia untuk Iran tidak memengaruhi operasi militer yang sedang
berlangsung.
Dalam wawancara dengan program "60
Minutes" di CBS pada Jumat (6/3), Hegseth mengatakan, pihak militer AS
mengetahui berbagai komunikasi yang terjadi di tengah konflik tersebut.
"Kami memantau semuanya. Para komandan kami
mengetahui semuanya," kata Hegseth, melansir AFP.
Ia juga menegaskan, AS memiliki kemampuan
intelijen yang kuat untuk memantau aktivitas berbagai pihak.
"Kami memiliki intelijen terbaik di dunia.
Kami tahu siapa berbicara dengan siapa," ujarnya.
Hegseth menambahkan, laporan mengenai dukungan
Rusia kepada Iran tidak membuat Washington khawatir.
"Kami tidak khawatir soal itu. Kami
mengantisipasinya jika diperlukan," katanya.
Sikap serupa juga disampaikan Gedung Putih. Juru
bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, laporan tersebut tidak
memengaruhi operasi militer AS di Iran.
Menurutnya, operasi militer yang dilakukan bersama
Israel masih berjalan sesuai target.
"Hal itu jelas tidak membuat perbedaan
terhadap operasi militer di Iran karena kami benar-benar sedang melumpuhkan
mereka," kata Leavitt kepada wartawan.
"Kami mencapai tujuan militer dari operasi
ini dan itu akan terus berlanjut," ujarnya.
Sebelumnya, The Washington Post melaporkan Rusia
diduga memberikan informasi kepada Iran mengenai lokasi aset militer AS di
Timur Tengah.
Laporan tersebut menyebut informasi yang diberikan
mencakup posisi kapal perang dan pesawat militer AS.
Ketegangan di kawasan juga meningkat setelah
sejumlah serangan terjadi terhadap fasilitas Amerika. Enam tentara AS
dilaporkan tewas dalam serangan drone di pangkalan militer AS di Kuwait. Selain
itu, kantor CIA di Riyadh juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa China
tidak terlihat membantu sistem pertahanan Iran dalam konflik tersebut.
Rusia dan China selama ini memiliki hubungan
diplomatik dan perdagangan yang kuat dengan Iran. Rusia juga diketahui memiliki
kerja sama militer yang cukup dekat dengan Teheran. Kedua negara juga
sebelumnya mengkritik operasi militer AS dan Israel terhadap Iran.
cnnindonesia

No Comment to " AS Santai soal Dugaan Bantuan Intelijen Rusia buat Iran "