Foto: Kombes Pol Muharman Arta
KORANRIAU.co,PEKANBARU- Seorang remaja bernama Firman (21), dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis selama satu pekan di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.
Dia diduga menjadi korban pengeroyokan yang terjadi di Jalan Letjen S Parman, tepatnya di sekitar kawasan Gedung Polda Riau, pada Ahad (11/1/26) lalu.
Korban mengembuskan napas terakhir setelah mendapat perawatan intensif akibat luka berat yang dialaminya. Kabar meninggalnya Firman pertama kali ramai diperbincangkan di media sosial Instagram dan menyita perhatian publik.
Informasi duka tersebut juga diunggah oleh mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Manang Soebeti. Dalam unggahannya, Manang menandai akun Satreskrim Polresta Pekanbaru dan meminta agar kasus tersebut segera diungkap.
"Ada tugas penting yang harus segera diungkap ini, korban MD. Para pelaku segera menyerahlah kalian," tulis Manang Soebeti.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat Firman bersama beberapa rekannya didatangi oleh sekelompok orang tak dikenal. Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung melakukan penyerangan.
Firman dipukul di bagian kepala menggunakan double stick, sementara batu juga dilemparkan ke arah korban dan rekan-rekannya.
Aksi tersebut berlangsung singkat namun brutal. Firman dan rekan-rekannya berusaha menyelamatkan diri dari serangan. Akibat kejadian itu, Firman mengalami luka serius, di antaranya patah kaki dan sejumlah luka di beberapa bagian tubuh.
Sementara salah seorang rekannya dilaporkan mengalami luka terbuka di bagian kepala.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, membenarkan bahwa pihak kepolisian tengah menangani kasus tersebut. Ia menyebutkan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.
"Kami sedang melakukan penyelidikan. Apabila sudah ada perkembangan, nanti akan kami sampaikan kembali. Saat ini kasusnya ditangani oleh Polsek Limapuluh," ujar Muharman, Selasa (20/1/26).
Sementara itu, Kapolsek Limapuluh AKP Asian Sihombing mengatakan pihaknya telah memeriksa delapan orang saksi terkait peristiwa tersebut. Seluruh saksi yang dimintai keterangan diketahui masih di bawah umur. rpc
.jpeg)
No Comment to " Polisi Selidiki Tewasnya Remaja Pekanbaru Diduga Korban Pengeroyokan "