KORANRIAU.co,
PEKANBARU - Kecelakaan lalu lintas tunggal kembali terjadi
di Jalan Koridor PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kilometer 10, Desa
Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Insiden tragis
yang terjadi pada Senin (12/1) itu merenggut dua nyawa sekaligus.
Satu
unit mobil minibus Toyota Rush berwarna silver dengan nomor polisi BM 1466 CM
terjun ke dalam kanal dan tenggelam. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh BAF
(34) dengan seorang penumpang, TEY (44). Keduanya dinyatakan meninggal dunia di
tempat kejadian perkara (TKP).
Korban
BAF diketahui merupakan karyawan swasta yang berdomisili di Dusun Sukamaju,
Desa Rawang Sari, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan. Sementara
penumpang, TEY, merupakan karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) BPR Dana
Amanah yang berdomisili di Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Kedua
korban diketahui merupakan rekan kerja.
Kasat
Lantas Polres Pelalawan, AKP Rizkyan Tatit Hanafi, menjelaskan bahwa kecelakaan
bermula saat kendaraan melaju dari arah Pangkalan Kerinci menuju Langgam
melalui Jalan Koridor RAPP yang kondisi jalannya masih berupa tanah dan batu.
Setibanya
di KM 10 Desa Rantau Baru, kendaraan yang dikemudikan korban diduga melaju
dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, pengemudi kehilangan kendali, mobil
bergerak ke kanan jalan, menabrak pembatas tanah di pinggir jalan, lalu masuk
ke dalam kanal," ujar AKP Rizkyan Tatit Hanafi.
Setelah
terjun ke kanal, mobil tersebut langsung tenggelam. Diduga kuat, pengemudi dan
penumpang sempat berupaya keluar dari dalam kendaraan. Namun, karena posisi
mobil sudah terendam air dan korban terjebak di dalam kabin, upaya penyelamatan
diri tidak berhasil.
"Kedua
korban masih berada di dalam kendaraan saat mobil tenggelam. Diduga korban
berusaha keluar, namun tidak bisa menyelamatkan diri sehingga meninggal dunia
di lokasi kejadian," tambahnya.
Mendapatkan
laporan kejadian, personel Satuan Lalu Lintas Polres Pelalawan langsung
mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan area, serta
mengevakuasi korban. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena posisi
kendaraan berada di dalam kanal.
Dengan
bantuan alat berat, mobil Toyota Rush tersebut akhirnya berhasil diangkat dan
dikeluarkan dari dalam kanal. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal
terhadap kendaraan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar
lokasi kejadian.
Berdasarkan
hasil analisis sementara, kecelakaan diduga kuat disebabkan oleh faktor manusia
(human error). Pengemudi diduga kurang berhati-hati dan melaju dengan kecepatan
tinggi di jalan nonaspal.
Dari
faktor jalan, kondisi jalur di lokasi kejadian diketahui lurus, datar, dan
cukup lebar, dengan permukaan tanah dan batu. Cuaca saat kejadian cerah, arus
lalu lintas sepi, serta lokasi jauh dari permukiman warga. Dari faktor
kendaraan, mobil Toyota Rush yang digunakan korban dinyatakan dalam kondisi
layak jalan. Tidak ditemukan adanya unsur force majeure dalam peristiwa
tersebut.
Akibat
kecelakaan ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp20 juta. Peristiwa ini
menambah daftar kecelakaan fatal di Jalan Koridor RAPP yang dikenal memiliki
tingkat risiko tinggi, terutama bagi pengendara yang melaju dengan kecepatan
tinggi di jalur nonaspal.
Pihak
kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, mengurangi
kecepatan, serta menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi jalan demi
menghindari kecelakaan serupa di kemudian hari. hrc/nor

No Comment to " Mobil Terjun Ke Kanal, Dua Pegawai BPR Dana Amanah Tewas di Pelalawan "