• Hari Perkebunan Ke-64, Gubri Syamsuar: Pertahankan Komiditi Unggulan

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Selasa, 14 Desember 2021
    A- A+

    Foto: Gubri H Syamsuar didampingi Kadis Perkebunan saat menyaksikan MoU.
     


    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Gubernur Riau H Syamsuar mengajak semua petani dan stake holder terkait untuk mempertahankan semua komoditi ungggulan di daerah ini, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Ajakan itu disampaikan orang nomor satu di Provinsi Riau ini pada saat menghadiri Peringatan Hari Perkebunan Nasional ke-64 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2021, Selasa (14/12/21) di Gedung Daerah Provinsi Riau Jalan Diponegoro Pekanbaru. Bahkan Gubri meminta agar komoditi itu ditingkatkan lagi produksinya.

    "Kami meminta kepada petani maupun pengusaha kita, agar komoditi unggulan kita di Riau ini dapat kita pertahankan dan kita tingkatkan di masa yang akan datang,"kata Gubri, didampingi Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulfadli.

    Foto: Gubri H Syamsuar saat menikmati komoditi unggulan Kopi Liberika.



    Gubri memaparkan banyak komoiti unggulan di daerah ini yang menjadi role model. Diantaranya, kelapa sawit, karet, sagu, kopi Liberika dan lainnya.

    "Hasil komoditi perkebunan ini dibandingkan tahun yang lalu untuk Indonesia, kenaikannya mencapai 50 persen. Dari hasil-hasil perkebunan yang ada di Riau ini,"papar Gubri.

    Gubri berharap, dengan adanya kebersamaan antara petani, pengusaha, asosiasi dan pemerintah tentu melalui komoditi ini akan dapat menyumbang devisa negara. Apalagi, penyumbang pajak terbesar di Indonesia diantaranya dari hasil perkebunan di Riau.

    "Kalau ini (komoditi-red) kita jaga, tentu perekonomian secara nasional bagus. Sekaligus perekonomian rakyat di daerah ini juga bagus,"sebut Gubri.

    Foto: Gubri H Syamsuar saat menyaksikan hasil komoditi unggulan dari Karet.



    Sementara Kepala Disbun Riau Zulfadli menjelaskan, pelaksanaan Hari Perkebunan Nasional ke-64 Tingkat Provinsi Riau Tahun 202 ini, merupakan yang pertama kalinya digelar dengan melibat semua stake holder terkait. Bahkan melibatkan sejumlah asosiasi seperti GAPKI, APKASINDO, ASPEKPIR, GAPKINDO, APKARKUSI, perusahaan perkebunan, kelembagaan pekebun dan insan perkebunan lainnya.

    "Rangkaian kegiatan diantaranya penandatanganan MOU Kemitraan Swadaya usaha pengolahan dan pemasaran TBS antara perusahaan perkebunan mitra dengan kelembagaan pekebun mitra swadaya Pertama di Indonesia. Penyerahan secara simbolis oleh Gubernur Riau Sertifikat ISPO dan RSPO, Bazar produk perkebunan,"kata Zulfadli.

    Zulfadli menambahkan, MOU Kemitraan Swadaya usaha pengolahan dan pemasaran TBS dilaksanakan antara perusahaan perkebunan mitra dengan kelembagaan pekebun mitra swadaya yang berlokasi pada 3 (tiga) kabupaten yaitu Kabupaten Pelalawan, Rokan Hulu dan Kampar. Kemitraan swadaya ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Riau Nomor 77 Tahun 2020, dimana diatur tentang kemitraan plasma (seperti dilaksanakan selama ini) dan kemitraan swadaya yang mengatur penetapan harga TBS untuk pekebun swadaya, berdasarkan harga penetapan oleh pemerintah melalui Dinas Perkebunan Provinsi Riau.

    "Penetapan harga pembelian TBS bagi kelembagaan pekebun swadaya di Provinsi Riau, merupakan momentum sejarah bagi perkelapasawitan karena baru pertama kali diterapkan di Indonesia. Semoga kebijakan ini bisa membantu pekebun kelapa sawit pola swadaya dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya secara bertahap. Dan selanjutnya dapat diimplementasikan pada seluruh kabupaten/kota lainnya yang memiliki potensi komoditi kelapa sawit di Provinsi Riau,"tuturnya.

    Masih Zulfadli, berdasarkan ketentuan tentang ISPO dan RSPO, beberapa kelembagaan pekebun kelapa sawit telah dibina dan didampingi oleh perusahaan perkebunan atau instansi dan lembaga terkait, serta telah melakukan serangkaian kegiatan dan memenuhi persyaratan untuk memperoleh pengakuan berupa Sertifikat ISPO dan RSPO. Dengan memiliki Sertifikat ISPO dan RSPO tersebut, maka kelembagaan pekebun dapat mengelola usaha kelapa sawit dan memasarkannya secara berkelanjutan, serta diakui oleh pasar internasional.

    Selanjutnya, pada bazar produk perkebunan sebanyak 5 (lima) perusahaan perkebunan sebagai produsen benih kelapa sawit di Provinsi Riau, menampilkan produk benih kelapa sawit unggul bermutu seperti : DxP Topaz (PT. Tunggal Yunus Estate), DxP Dami Mas (PT. Dami Mas Sejahtera), SAIN (PT. Sarana Inti Pratama), Reproduksi Varietas Simalungun (PT. Palma Inti Lestari), dan DxP FR-1 (PT. Panca Surya Garden).

    Disamping itu, untuk produk hilir komoditi perkebunan juga ditampilkan industri hilir karet berupa vulkanisir ban sepeda motor, vulkanisir ban truk, dan aneka produk untuk sparepart sepeda motor dan peralatan rumah tangga. Industri hilir karet ini akan dikembangkan oleh Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi (APKARKUSI).

    Untuk produk kelapa ditampilkan aneka produk olahan berbasis kelapa yang sudah banyak dipasarkan secara luas dan diproduksi oleh PT. Pulau Sambu. Demikian juga dengan aneka produk olahan berbasis kelapa sawit, aneka turunan CPO dapat ditemui di pasaran secara luas dan diproduksi oleh PT. Musim Mas Group.

    Untuk produk kopi liberika dari Kabupaten Kepulauan Meranti, juga diikuti oleh kelembagaan pekebun yang telah mengembangkan produk kopi berupa bubuk kopi dan siap untuk dinikmati sebagai minuman yang berkelas. Dan untuk komoditi sagu, juga telah dikembangkan oleh usaha UMKM berupa aneka produk makanan ringan dan makanan berbasis sagu.

    "Jadi dari 5 (lima) komoditi unggulan perkebunan di Provinsi Riau, seluruhnya memiliki prospek yang cerah untuk dikelola dalam bentuk pengembangan industri hilir sehingga memiliki nilai tambah dan meningkatkan pendapatan di tingkat pekebun,"tutupnya.nor

  • No Comment to " Hari Perkebunan Ke-64, Gubri Syamsuar: Pertahankan Komiditi Unggulan "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com yLx3F0.jpg