• LAMR Siak dan Kerabat Kesultanan Siak akan Laporkan GP Ansor Riau ke Polisi

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Rabu, 26 September 2018
    A- A+



    KORANRIAU.co, SIAK SRIINDRAPURA -– Dinilai lari dari kesepakatan sebelumnya, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Riau Purwadji dan Ketua PC GP Ansor Siak Agus Mudhofar bakal dilaporkan ke polisi. Keduanya dilaporkan oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Siak dan kerabat Kesultanan Siak Sri Indrapura karena mereka orang yang bertanggung jawab atas terlaksananya kirab bendera Merah Putih di dalam Istana Siak.

    “Secepatnya akan kita buat laporan. Organisasi itu sudah menginjak-injak marwah masyarakat Melayu dan kerabat Kesultanan Siak. Tidak pernah dibuat acara di dalam istana. Baru kali ini,” kata H Tengku Said Amaruddin, perwakilan kerabat Kesultanan Siak, Selasa (25/9/2018) di rumah kediaman.

    Menurut Tengku Amaruddin, kesepakatan dengan Purwadji sebelumnya adalah kegiatan Ansor dan Banser NU boleh dilaksanakan pada Sabtu malam pekan lalu, tapi tidak di depan Istana Siak Sri Inderapura (Istana Asserayah Hasyimiah). Namun, Ahad paginya ternyata mereka melakukan kirab bendera Merah Putih di dalam Istana.

    “Padahal kita sudah sepakat dengan mereka boleh melakukan acara (zikir) tapi di dalam Masjid Islamic Center. Kesepakatan itu juga disaksikan para Kiyai, Habib NU dan Kepolisan Sabtu malam kemarin di Masjid Islamic Center,” terangnya.

    Selain itu, lanjut Amaruddin, pihaknya juga mengizinkan ribuan massa Ansor dan Banser melakukan ziarah ke makam Sultan Siak pada Sabtu malam. Setelah itu Ahad paginya mereka wajib meninggalkan Siak.

    “Sebagai orang Melayu, kita juga punya iba. Sebab kalau mereka berzikir di dalam masjid tidak mungkin kita larang. Apalagi berziarah. Tapi mereka sudah menginjak, ternyata Ahad pagi, dikirabkan bendera di dalam istana. Sultan saja melarang melakukan acara di dalam istana. Dan ini sejarah baru, pertama kali ada acara di dalam istana,” ungkapnya.

    Amaruddin juga menilai bahwa Ketua GP Ansor Riau sangat munafik dan tidak menepati janji. Padahal kesepakatan dilakukan di depan para kiyai dan habaib NU yang hadir pada waktu itu.

    “Purwadji ini munafik. Padahal di hadapan Kiyai dan Habaib NU kita berjanji Ahad pagi semua sudah meninggalkan Siak. Di depan dia juga tangan saya dicium salah seorang Kiyai NU saat kita memberi izin mereka berzikir di dalam Masjid Islamic Center. Tapi Purwadji ini sudah mengkhianati kita. Maka itu kita akan tempuh jalur hukum,” jelasnya.

    Di tempat yang sama, Sekretaris LAMR Siak, Drs Zulfakri mengatakan sebenarnya sudah jauh-jauh hari LAMR menolak mentah-mentah acara tersebut. Namun dengan beberapa pertimbangan, pihaknya dan kerabat Kesultanan Siak sepakat memperbolehkan acara tersebut di dalam masjid.

    “Kita cuma tidak mau ada pengkhianat Ustaz Abdul Somad (UAS) menginjakkan kakinya di Siak. Kendati yang menghianati pengurus pusat. Tapi mereka kan satu organisasi. Jadi sama saja,” kata Zulfakri.

    Ternyata, lanjut Zulfakri, Purwadji juga sama dengan pimpinannya di pusat. Sama-sama pengkhianat. Padahal sebelum Sabtu malam kemarin, saat rapat di Kantor Bupati Siak sudah ditolak mentah-mentah agar acara tersebut tidak digelar di Siak. Namun mereka datang juga.

    “Kalau kita pikir-pikir, melihat cara mereka datang ke Siak, bukan untuk berzikir. Tapi seperti berperang. Pengamanan juga berlapis-lapis. Mereka juga licik, saat bertemu dengan kita, bawa beberapa kiyai dan habib. Agar diberikan izin. Sudah diberikan izin, nginjak. Maka itu, LAMR Siak sepakat dengan kerabat kesultanan melaporkan keduanya,” jelasnya.

    Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Fauzi Asni. Ia menuturkan bahwa ia tidak mengetahui bahwa ada acara kirab bendera Merah Putih di dalam istana.

    “Saya dapat video itu malam, lalu langsung saya telusuri dengan menanyakan kabid-kabid saya terkait ada atau tidak izin dilaksanakan kirab bendera Merah Putih di dalam istana, ternyata tidak ada,” ujar Fauzi.

    Tidak sampai di situ, Fauzi Asni juga meneruskan pencarian informasi untuk lebih akurat. Ia menghubungi penjaga istana, dan ternyata memang pihak penjaga juga tidak mengetahui.

    “Saya menghubungi Bang Udin selaku koordinator penjaga istana, tapi memang Bang Udin juga tidak tahu, karena saat sholat dzuhur Udin pergi pulang ke rumah, dan acara kirab bendera itu dilaksanakan saat penjaga tidak di istana,” tambah Fauzi.

    Hal itu juga ditambahkan Asisten I Budi Yuwono. Ia juga mengaku kirab bendera Merah Putih di dalam istana itu tidak ada di dalam kesepakatan antara pihak LAM Siak, masyarakat Siak dengan GP Ansor, para habib dan kyai NU.

    “Kesepakatannya GP Ansor melaksanakan acara dzikir kebangsaan itu di Islamic Centre lalu pergi ziarah ke makam Sultan dan setelah itu pulang. Jadi sayo pun tak tahu kalau ada lagi rupanya acara itu di dalam istana,” ujar Budi Yuwono. (Fath)

    Subjects:

    Riau Siak
  • No Comment to " LAMR Siak dan Kerabat Kesultanan Siak akan Laporkan GP Ansor Riau ke Polisi "