• AKMR Resmi Menyatu ke Unilak

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Rabu, 26 September 2018
    A- A+

     
    (dok: istimewa)


    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) sudah resmi menyatu ke Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru. Hal itu disepakati dalam pertemuan kedua yayasan, yakni Yayasan Sagang dan Yayasan Raja Ali Haji (Yasrah) yang diselenggarkan pada Kamis (20/9/18) tengah pecan lalu di Kantor Yayasan Raja Ali Haji di Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru.

    Dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyepakati proses penyatuan dan akan dilanjutkan dengan proses perizinan dan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari Kemenristek Dikti.

    Ketua Yayasan Raja Ali Haji Prof Dr Irwan Effendy menyebutkan, kedua yayasan telah sepakat, meski dengan latar belakang yang cukup panjang, tinggal lagi menjalani proses penyatuan tersebut antara AKMR dan Unilak.

    “Dua Institusi ini sudah sepakat. Sementara dalam proses penyatuan ini dilakukan, prodi (program studi) yang ada akan berinduk dulu ke Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unilak,” jelasnya.

    Ke depannya, lanjut Prof Irwan, tentu saja prodi ini akan lebih dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Bisa saja, prodi ini akan berkembang menjadi fakultas baru.

    Tetapi tentu saja semua perlu proses. Oleh karena itu, tahap demi tahap akan dijalankan. “Kita akan berupaya menggesa program D3 ini ke depannya meningkat menjadi program Sarjana Terapan atau D4, kata Prof Irwan.

    Dalam pandangan Prof Irwan, berbicara tentang potensi seni budaya ke depannya adalah hal sangat strategis untuk dikembangkan di dunia pendidikan. Karena mengingat seni budaya merupakan tuntutan dan kewajiban yang harus dikedepankan sesuai dan selarass dengan Visi Riau 2020 untuk mewujudkan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di rantau Asia Tenggara.

    Dan yang lebih penting itu, lanjutnya, seni budaya adalah penangkal identitas diri di era globalisasi ini. “Kita tidak ingin masuk dan hanyut dalam era globaliasi dengan meninggalkan budaya kita, budaya Melayu. Sebutkan saja contohnya, negara Jepang maju tanpa harus meninggalkan budaya mereka. Riau juga seharusnya maju dengan budayanya. Itu artinya, tidak hambatan kemajuan bila dilandasi dengan budaya yang kita punya tetapi diharapkan para pelaku seni budaya juga harus bisa menyesuaikan dan membuka diri,” jelasnya panjang lebar.

    Sementara itu, Ketua Yayasan Sagang Kazzaini Ks menghatur terima kasih kepada Yayasan Raja Ali Haji karena menyambut baik kerja sama untuk penyatuan dua insitusi ini. Tidak ada hal lain yang diharapkan selain daripada untuk mengembangkan dan mengangkat budaya Melayu Riau ke depan.

    “Inilah harapan bersama tentunya. Kami yakin di bawah Yayasan Raja Ali Haji,AKMR akan semakin maju karena Yasrah sudah berpengalaman mengelola universitas yang besar. Apalagi kita tahu bahwa Yasrah melalui Unilak selama ini memiliki semangat idealisme yang tinggi untuk mengangkat kebudayaan Melayu,” ujar Kazzaini Ks yang juga merupakan sastrawan Riau tersebut.

    Penyatuan kedua intitusi ini juga didukung sepenuhnya dan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Riau dengan memberikan bantuan beasiswa kepada mahasiswa yang akan bergabung di AKMR yang sudah resmi menyatu ke Universitas Lancang Kuning. (Abs/Rilis Humas Unilak)

  • No Comment to " AKMR Resmi Menyatu ke Unilak "