KORANRIAU.co- Perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang digelar akhir pekan ini di Pakistan ternyata gagal mencapai kata sepakat.
Kesepakatan damai yang digelar akhir pekan ini di
Pakistan buyar karena terganjal dua masalah utama, yakni isu nuklir dan Selat
Hormuz.
Pejabat Amerika Serikat telah menetapkan sejumlah
poin utama yang harus dicapai agar negosiasi dianggap berhasil.
Namun setelah berjam-jam pembicaraan hingga dini
hari, tim negosiasi AS dan Iran menemui jalan buntu pada beberapa isu krusial,
menurut sumber CNN yang mengetahui jalannya perundingan.
Bagi AS, sikap penolakan Teheran untuk membuka
kembali Selat Hormuz dan menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya,
menjadi hambatan utama yang tidak bisa ditawar.
Selama dua isu tersebut belum terselesaikan,
tuntutan Iran agar AS mencabut sanksi dan mencairkan aset Teheran senilai
miliaran dolar yang dibekukan, juga menemui jalan buntu.
Alhasil, kedua pihak menyatakan perundingan
panjang itu gagal.
Sejumlah pejabat menilai perbedaan mendasar dalam
gaya negosiasi turut menjadi penyebab kebuntuan.
Iran dikenal bersedia menjalani proses negosiasi
panjang dan kompleks demi mencapai kesepakatan, sebagaimana yang terjadi pada
perjanjian nuklir era Presiden Barack Obama yang memakan waktu sekitar dua
tahun.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dinilai tak
sabaran. Ia tidak memiliki keinginan besar untuk menjalani negosiasi yang
berlarut-larut.
Trump sebelumnya menyatakan AS dan Iran akan
bekerja sama menghilangkan apa yang disebutnya 'debu nuklir', akan tetapi Iran
tampak tidak terpengaruh.
Selain nuklir, Selat Hormuz juga menjadi masalah
baru. Iran menyatakan tetap membuka jalur tersebut dalam perundingan
sebelumnya, tetapi mulai membatasi lalu lintas kapal tanker.
Pembatasan dilakukan setelah AS dan Israel
melancarkan serangan provokasi pada 28 Februari Penutupan ini kini memicu
gejolak di pasar energi global, serta tekanan politik bagi Trump di dalam
negeri.
Para negosiator Iran, yang menyadari posisi tawar
tinggi dari Selat Hormuz, menolak memenuhi tuntutan untuk membuka kembali jalur
tersebut sebelum tercapai kesepakatan final, kata para pejabat.
cnnindonesia

No Comment to " Dua Ganjalan Jadi Biang Kerok Kesepakatan Damai AS-Iran Buyar "