KORANRIAU.co,PEKANBARU - Kebakaran hebat menghanguskan gudang penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara ilegal yang juga berfungsi sebagai lokasi pembibitan kelapa sawit di Jalan Sidodadi, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Ahad (22/2/26) siang.
"Aktivitas gudang ini sudah cukup lama, itu minyak solar. Sering
mereka melangsir dari pom bensin," ujar Agus, salah satu warga.
Sementara itu, Kapolsek Bukit Raya, David Richardo, mengungkapkan dugaan
sementara penyebab amukan si jago merah adalah adanya gangguan pada instalasi
listrik.
"Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara awal, api diyakini
muncul dari percikan korsleting arus listrik pada kabel yang membentang di area
tersebut," kata David.
Nahasnya, titik korsleting tersebut berada sangat dekat dengan tangki solar
yang terbuat dari bahan plastik yang mudah terbakar. Percikan api yang muncul
langsung menyambar uap bahan bakar, menciptakan kobaran api yang membumbung
tinggi dalam waktu singkat dan memicu kepanikan warga sekitar.
Suara ledakan keras sempat terdengar beberapa kali dari lokasi kejadian,
menambah suasana mencekam di lingkungan RT 02 RW 10 tersebut.
Roma (25), seorang karyawan gudang yang berada di lokasi saat kejadian,
mengaku terkejut dan segera berlari mencari bantuan warga untuk menghubungi
petugas pemadam kebakaran sebelum api semakin tak terkendali.
Merespons laporan tersebut, sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran
dikerahkan menuju lokasi. Armada tempur api ini didatangkan dari posko induk
Kota Pekanbaru serta bantuan dari Kecamatan Marpoyan Damai dan Bukit Raya guna
melakukan blokade agar api tidak merambat ke rumah warga lainnya.
Setelah berjuang melawan panasnya suhu dan risiko ledakan lanjutan, tim
Damkar Kota Pekanbaru akhirnya berhasil menjinakkan api sepenuhnya pada pukul
14.30 WIB. "Sekitar pukul 14.30 WIB, api berhasil dipadamkan oleh tim
gabungan," kata David Richardo saat memberikan keterangan kepada media.
Diketahui, pemilik gudang solar dan pembibitan sawit yang ludes tersebut
adalah Ef (50), seorang pecatan TNI AU yang kini berdomisili di Kecamatan
Binawidya. Selain kerugian pada bisnis bibit sawit, dampak kebakaran juga
dirasakan oleh Sunardi (65), warga setempat yang memiliki ternak kambing di
area terdampak.
Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden besar ini,
meskipun kerugian materiil diperkirakan mencapai angka yang cukup fantastis.
Pihak kepolisian saat ini masih memasang garis polisi dan melakukan
penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian di balik
musibah ini. mcr

No Comment to " Gudang BBM Solar Ilegal di Pekanbaru Ludes Terbakar "