KORANRIAU.co,PEKANBARU- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau punya strategi khusus untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di tahun 2026.
Pasalnya, kondisi fiskal saat ini terus mengalami penurunan akibat membuat
Pemprov Riau harus kerja keras dan gerak cepat untuk mengatasinya.
Salah satunya adalah Pemprov Riau bakal membentuk tim optimalisasi
pendapatan yang melibatkan semua stakeholder terkait. Tim tersebut dimaksud
untuk menggali potensi pendapatan. Sebab untuk penggali potensi itu Pemprov
Riau tidak bisa kerja sendiri.
"Untuk menggali potensi pendapatan kami dengan Pak Sekda tidak bisa
kerja sendiri, tapi harus ada tim yang melibatkan semua instansi," ujar
Plt Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto, Jumat (2/1/2026).
Tim dimaksud adalah terdiri kantor pajak, Dinas Perkebunan Riau, Dinas ESDM
Riau, Badan Pendapatan Daerah Riau, Kepolisian dan BPKP juga dilibatkan.
"Nanti kita bentuk tim optimistis pendapatan. Karena tim ini antar
intansi, nanti diketuai Sekda Riau yang koordinirnya. Memang kalau kita lihat
trennya, sebelum ada Undang-Undang HKBD, pendapatan kita naik. Namun setelah
adanya undang-undang itu pendapatan turun," ujarnya.
"Nah, nanti tim ini lah yang menggali potensi-potensi pendapatan.
Seperti pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar, pajak alat berat ini yang
harus jadi perhatian khusus," tambahnya.
Termasuk potensi galian C juga harus digali. Sebab menurut Plt Gubri, ada
potensi pendapatan dari tanah timbun, kerikil dan pasir berupa retribusi.
"Namun selama ini jutaan ribu kubik yang keluar tidak tau uangnya
kemana. Artinya apa, kita perlu melakukan koordinasi dengan kabupaten kota.
Maka solusinya ini harus bekerjasama, mengali semua potensi-potensi, yang penting
ada dasar hukumnya," tuturnya. Ck/nor

No Comment to " Pemprov Riau akan Bentuk Tim Optimalisasi PAD "