KORANRIAU.co,PEKANBARU- Dari lima
kecamatan yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak pekan lalu,
sampai saat ini tinggal dua yang masih dilakukan upaya pemadaman dan
pendinginan api.
"Tinggal dua kecamatan yang masih
dilakukan pendinginan apinya, yakni di Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat dan
Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau," ujar Manager Pusdalops-PB BPBD
Bengkalis Erzansyah, Rabu (28/1/26).
Ia menyebutkan, kondisi cuaca panas luas
lahan terbakar di Sukarjo Mesim mencapai 2,5 hektare, dari awalnya 2 ha. Namun
berhasil di padamkan dan masih dalam proses pendinginan oleh petugas.
Sedangkan di Kelurahan Pematang Pudu,
Kecamatan Mandau, luas lahan yang terbakar mencapai 6 ha, dengan kondisi lahan
gambut dan semak belukar serta perkebunan sawit masyarakat.
"Memasuki hari ke-6, di lokasi
kebakaran masih ada titik-titik asap, tim gabungan masih berupaya melakukan
pendinginan dan kondisi sumber air sangat sulit, siang hari api hidup kembali.
Ini dikarenakan cuaca panas dan angin kencang. Jadi tim masih berupaya
melakukan pemadaman api," jelasnya.
Erzan mengatakan, sampai saat ini
terpantau titik hotspot yang terdeteksi merupakan titik panas areal terbuka dan
bisa menjadi Firespot menyesuaikan kondisi di lapangan.
Ia menjelaskan, dari rekapitulasi
perkembangan titik hotspot dan Karhutla di kecamatan, diantaranya Bengkalis ada
1 titik, dengan luas lahan terbakar mencapai 0,01 Ha di desa Pedekik. Kecamatan
Bantan terdapat 2 titik, dengan luasan lahan terbakar mencapai 1 Ha di Desa
Bantan Tua, Pasiran.
Kecamatan Bukit Batu nol hotspot dan
Kecamatan Bandar Laksamana 1 titik, luas lahan yang terbakar ± 0,5 Ha di Parit
1 Api-api. Kecamatan Siak Kecil nol hotspot. Kecamatan Rupat terdapat 5 titik
dengan luas lahan terbakar 2,5 Ha di Desa Sukarjo Mesim. Rupat Utara nihil dan
Kecamatan Mandau terdapat 2 titik apai dengan luas lahan terbakat ± 6 Ha di
Kelurahan Pematang Pudu.
Kecamatan Bathin Solapan 1 titik hotspot
dengan luas lahan terbakar mencapai 1,5 Ha di Desa Balai Makam. Kecamatan
Pinggir nihil titik api dan kecamatan Talang Muandau terdapat 1 titik dengan
luas lahan terbakar mencapai 4 Ha di Desa Tasik Tebing Serai.
"Jadi total keseluruhan ada 8 titik
hotspot dengan 8 kejadian, luas lahan yang terbakar mencapai 15,5 Ha. Ini
kondisi dan perkembangan titik hotspot dan sudah berhasil dipadamkan. Kami
tetap siaga di lapangan, karena sampai saat ini cuaca panas dan angin kencang
serta tidak ada turun hujan selama tiga pekan," ujar Erzansyah. rpc

No Comment to " Karhutla Masih Berkobar di Kecamatan Rupat dan Mandau Bengkalis "