KORANRIAU.co,PEKANBARU- Gubernur Riau H Syamsuar mengakui jika pertumbuhan ekonomi di daerah ini menurun dari rata-rata nasional dan Pulau Sumatera.
Hal ini disampaikan Gubri pada saat Refleksi Pembangunan Provinsi Riau Setahun Kepemimpinan bersama Wakil Gubernur Riau H Edy Natar Nasution, Senin (24/2/20) di Ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau. Menurutnyaaa, pertumbuhan ekonomi Riau sepanjang 2019 hanya 2,84 persen.
Bahkan kata Gubri, pada saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Provinsi Riau beberapa hari lalu, orang nomor satu di Indonesia itu sempat mempertanyakannya. Presiden menanyakan penyebab rendahnya capaian pertumbuhan ekonomi Riau itu.
"Pak Presiden juga mempertanyakan ke saya, kenapa pertumbuhan ekonomi Riau itu rendah. Beliau sangat heran,"kata Gubri.
Kemudian lanjut Gubri, dia pun menjelaskan ke Presiden bahwa rendahnya pertumbuhan ekonomi itu disebabkan turunnya harga minyak dan gas (Migas) dunia. Sehingga hal itu, sangat berpengaruh karena Migas salah satu pendongkrak utama perekonomian daerah ini.
"Mendengar penjelasan itu, Pak Presiden pun memahami. Dan dia akan memerintahkan Menteri BUMN, Pak Erick Tohir untuk segera membuat langkah konkrit upaya peningkatan potensi ekspor Migas agar harga Migas bisa naik,"terang Gubri.
Kendati demikian kata Gubri, pertumbuhan investasi di Riau cukup meningkat. Khusus untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Provinsi Riau berada di 4 besar nasional dengan nilai investasi Rp26,292 miliar.
"Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA) kita berada di peringkat ke-7 nasional. Dengan nilai investasi US$ 1.034 Juta, dengan total jumlah proyek sebanyak 416 proyek,"ulasnya.
Pada kesempatan itu, Gubri menyampaikan jika sektor perkebunan sawit dan Migas tidak lagi bisa diandalkan sebagai peningkatan perekonomian daerah ini. Gubri meminta untuk mulai mencoba sektor pertanian lebih ditingkatkan.nor

No Comment to " Gubri: Presiden Pertanyakan Rendahnya Perekonomian Riau "