• Tumpukan Sampah di Jalan Rumbia Selatpanjang Resahkan Warga

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Kamis, 16 Januari 2020
    A- A+

    KORANRIAU.co,SELATPANJANG - Masalah sampah masih menjadi salah satu persoalan yang belum bisa diatasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Kepulauan Meranti. Masih banyak penumpukan sampah.  Baik dalam skala kecil,  maupun skala besar.

    Dari pantauan sejumlah lahan kosong dijadikan tempat pembungan sampah.  Penumpukan sampah terbesar terjadi di Jalan Rumbia,  Selatpanjang.  Tidak hanya pemukiman warga,  di jalan tersebut juga terdapat sejumlah sekolah dan kantor pemerintahan,  seperti Kantor Camat Tebingtinggi,  Lurah Kota dan lainnya.

    Walaupun pemerintah menempatkan bak sampah disana,  namun petugas kebersihan yang menggunakan gerobak motor kaisar kerap membuang sampah disana.  Pada pagi hari,  sejumlah petugas juga membakar tumpukan sampah di Jalan Rumbia tersebut dan mengakibatkan pencemaran lingkungan.

    Widya (41) salah satu warga yang tinggal dekat penumpukan sampah di Jalan Rumbia mengaku kesal karena tidak ada larangan membuang sampah disana.  Bahkan penumpukan sampah difasilitasi oleh pemerintah.

    "Yang paling banyak membuang sampah disana adalah petugas kebersihan yang membawa kendaraan kaisar.  Setiap hari mereka membuang sampah disana.  Setelah itu,  setiap pagi dibakar.  Mereka tidak pernah memikirkan asap yang ditimbulkan bisa berakibat fatal terhadap kesehatan kami, "ujarnya,  Kamis (16/1/2020).

    Ia bahkan sering memposting masalah sampah di Rumvia tersebut ke medsos (media sosial).  Namun tidak pernah ditanggapi.

    Menurutnya pemerintah berkewajiban melindungi masyarakat.  Bukan malah merusak kesehatan masyarakat.

    "Kalau dibiarkan terus begini,  seolah-olah pemerintah mau membunuh kami yang tinggal didekat tempat sampah ini dengan melakukan pencemaran lingkungan, "tambahnya.

    Ditambahkan Nata warga yang kerap melalui tempat sampah di Jalan Rumbia untuk mengantarkan anaknya sekolah juga kecewa dengan pengelolaan sampah yang tidak maksimal oleh pemerintah.  Karena hampir setiap hari Jalan Rumbia akan ditutupi oleh asap dari pembakaran sampah.

    "Tidak hanya akan mencemarkan lingkungan.  Tetapi juga rawan terjadi kecelakaan.  Bahkan sudah ada korban jiwa di Jalan Rumbia tersebut akibat remaja menabrak bak sampah yang terbuat dari besi disana, "tambahnya.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH),  Drs H Irmansyah MSi yang dikonfirmasi mengakui bahwa cukup rumit mengatasi persoalan sampah di Kota Selatpanjang.  Ia menegaskan saat ini berbagai keterbatasan menjadi kendala,  terutama lahan untuk pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

    "Kita belum memiliki TPA yang representatif.  Yang ada di Desa Gogok sudah tidak layak lagi. Bahkan sampah disana juga sudah menggunung, "akunya.

    Sementara yang ada di Jalan Rumbia,  Irmansyah menegaskan,  bukan merupakan tempat pembuangan sementara (TPS)  sampah.  Namun karena banyak masyarakat yang membuang sampah disana mengharuskan mereka menyediakan bak sampah.

    Terkait petugas kebersihan yang masih membuang sampah di Jalan Rumbia,  ia mengaku tak bisa berbuat apa-apa.  Karena TPA di Gogok sudah sangat penuh. "Kita sedang berusaha mencari formulasi terbaik dalam mengatasi sampah di Selatpanjang.  Tetutama di Rumbia, "ungkapnya.

    Saat ini ia menegaskan sudah berkoordinasi dengan Camat Tebingtinggi dan seluruh lurah.  "Kita akan bersama-sama dengan Pemcam Tebingtinggi dan seluruh lurah agar penanganan sampah bisa maksimal.  Kami juga sangat mengharapkan dukungan seluruh stake holder,  termasuk masyarakat, "tambahnya.Ahmad
  • No Comment to " Tumpukan Sampah di Jalan Rumbia Selatpanjang Resahkan Warga "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com y1GyIO.jpg yLx3F0.jpg