• Nasihat Nabi ke Pejabat: Tolak Gratifikasi, Jangan Persulit Urusan Umat

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Jumat, 25 Oktober 2019
    A- A+

    KORANRIAU.co-Nabi Muhammad SAW pernah memberikan nasihat kepada pejabat agar menolak semua jenis hadiah atau gratifikasi dan tidak mempersulit urusan umat. Nasihat nabi tersebut masih relevan untuk saat ini.

    Apalagi baru saja Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik para menteri Kabinet Indonesia Maju. Sebelumnya juga ada 575 anggota DPR dilantik dan sebagian di antaranya mendukung kursi pimpinan DPR serta pimpinan alat kelengkapan dewan.

    Rasulullah Muhammad SAW melarang keras pejabat menerima hadiah atau gratifikasi atas jabatan mereka. Kisah itu diriwayatkan dalam hadits riwayat Abu Humaid As-Saidi seperti dikutip dalam buku Al-Lu'lu wal Marjan karya Muhammad Fuad Abdul Baqi.

    Dikisahkan bahwa Rasulullah pernah memperkerjakan seseorang pria untuk sebuah tugas. Selesai menjalankan tugas, pria tersebut menghadap Nabi Muhammad SAW untuk melaporkan hasil pekerjaanya.

    Kepada Rasulullah, pria tersebut selain melaporkan bahwa pekerjaanya sudah selesai juga memberikan hadiah. "Ya Rasulullah, yang ini untuk Anda, sedangkan yang ini dihadiahkan kepadaku," kata pria tersebut.

    Rasulullah langsung menegur pria tersebut. Sebab hadiah itu diberikan terkait posisi pria tersebut sebagai pejabat. Jika bukan pejabat, hadiah itu tentu tak diberikan. Rasulullah pun bersabda, "Apakah jika Anda duduk di rumah ibumu atau ayahmu akankah mendapat hadiah?"

    Nabi Muhammad lalu berdiri meninggalkan pria tersebut untuk menunaikan sholat. Selepas sholat, Rasulullah bersabda kepada sahabat-sahabatnya. "Mengapakah ada pejabat yang kami tugaskan kemudian dia datang dan berkata, 'Ini hasil kerja kalian, sedangkan yang ini hadiah untukku.' Mengapa ia tidak tetap tinggal di rumah ayah dan ibunya saja lalu menunggu apakah ia diberi hadiah atau tidak?" kata Nabi.

    Nasihat nabi kemudian seperti disabdakan Rasulullah, "Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidaklah salah seorang dari kalian berkhianat dalam sesuatu hadiah itu, kecuali pada hari kiamat ia datang membawa sesuatu tersebut di pundaknya. Jika berupa unta maka ia membawanya sambil mendenguh. Jika seekor sapi maka ia akan melenguh, jika seekor kambing akan mengembik. Sungguh aku telah menyampaikan."

    Rasulullah pada hari lain juga mengingatkan pada pejabat agar mempermudahkan urusan umat yang dia pimpin. Nasihat nabi pejabat dilarang keras memberatkan urusan umat. Nabi Muhammad sangat membenci pejabat yang menyengsarakan umat.

    Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang diamanahi mengurusi umatku lalu menyusahkan mereka, maka baginya Bahlatullahi. Para sahabat bertanya, apakah itu Bahlatullahi? Rasulullah menjawab, 'Laknat Allah',

    Rasulullah mewanti wanti betul tentang beratnya menjaga amanah bagi seorang pejabat. Diriwayatkan dalam hadits Muslim, pernah suatu hari salah seorang sahabat yakni, Abu Dzar al-Ghifari datang mengadu sebab tak pernah diberi jabatan.

    "Ya Rasulullah, mengapa kau tak memberi jabatan apa-apa kepadaku?" kata Abu Dzar.

    Sambil menepuk bahu sahabatnya yang zuhud itu, Rasulullah menjawab, "Hai Abu Dzar, kau seorang yang lemah, sedangkan jabatan itu adalah amanah."

    Nasihat nabi berikutnya, Rasulullah bersabda bahwa kelak di hari kiamat jabatan hanya akan menjadi penyesalan dan kehinaan, kecuali bagi orang yang dapat menunaikan kewajiban dan tanggung jawabnya.detikcom/nor


    Subjects:

    Edukasi
  • No Comment to " Nasihat Nabi ke Pejabat: Tolak Gratifikasi, Jangan Persulit Urusan Umat "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0813 7118 3788 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com