• Herman Janji Buat Stadion Mini PSPB

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Jumat, 13 September 2019
    A- A+

    KORANRIAU.co,BENGKALIS- Tulisan berikut bukanlah membicarakan tentang seorang atau kelompok dengan prestasi gemilang yang telah didulang, ianya adalah pantauan langsung jurnalis Koranriau.co atas skill para atlet sepakbola saat final turnamen IKD (Ikatan Kepala Desa) Cup 2019.

    Menarik diangkat, sebab Bengkalis masih identik dengan pintu masuk narkoba dari luar negara karena letaknya yang sangat dekat dan mudah dijangkau, sehingga tindakan kriminal ini bagaikan telah memukau pihak berwajib dan masyarakat dalam memantau.

    Kita tinggalkan cerita igau yang bisa buat sasau dengan cerita si kulit bundar saat final turnamen tadi di lapangan PSMS, Meskom si Kampong Zapin di sini juga lahir hafizd hafidzah nasional dan internasional kakak beradik Umaira dan Halim Mar'i.

    Kesebelasan Desa Pangkalan Batang Barat (PSPB) saat adu kemampuan melawan Perapat Tunggal tetap tersenyum puas dengan skor terakhir 3:1 untuk kesebelasan desa yang dipimpin oleh Muhammad ini.

    Menyaksikan kelihaian kaki, ketahanan fisik juga nafas para atlet sepakbola serta ketangkasan tangan Zulfikar yang akrab disapa Koko yang pada final ini mengenakan baju hijau, sang kiper kesebelasan desa yang dipimpin oleh Azmi Yulfikar mendapatkan pujian khusus dari Herman, perwakilan PSSI Kabupaten Bengkalis.

    "Kiper kedua-duanya bagus dan saya tertarik dengan kiper yang berbaju hijau tadi, mungkin dia masih muda, mudah-mudahan ada wadah yang bisa mengakomodir mereka, Persib B," kata Herman.

    "Alhamdulillah sudah bisa tampil bersama kawan-kawan dalam turnamen IKD Cup 2019 dan mendapatkan juara. Ini merupakan momen kami yang tak terlupakan dalam ajang sepakbola. Kami ingin berjuang untuk menyampaikan ke generasi-generasi (kami) lainnya," kata Koko kepada Koranriau.co, sesaat setelah melakukan tugas beratnya pada final.

    Bagi Koko remaja 24 tahun ini, jika ada kesempatan dirinya siap bergabung ke klub sepakbola yang lebih tinggi. "Insya Allah, demi sepakbola dan sepakbolapun telah mendarah daging saya, saya siap berhenti merokok," ungkap Koko dengan mata berbinar.

    Manager kesebelasan Azmi Yulfikar yang Kades desa tersebut mengaku sangat puas menyaksikan permainan yang ditunjukkan para atletnya. "Karena menunjukkan jiwa sportivitasnya, menang kalah itu sudah biasa. Yang jelas, kita melihat anak-anak kita sudah bagus bermain, tidak ada pelanggaran-pelanggaran yang fatal. Kita di IKD wilayah Barat akan terus membina (atlet sepakbola) dan setiap tahunnya kita akan mengadakan kompetisi atau turnamen yang (tempat) pelaksanaannya berpindah-pindah (ke desa lain di wilayah Barat Kecamatan Bengkalis)," kata Azmi Yulfikar seraya menyebutkan kegiatan ini merupakan program IKD sendiri, mengakhiri wawancara.

    "Kita akan membangun stadion mini di wilayah ini, stadion Muhammad Ali adalah stadion induk, kita perlu mendirikan satu stadion mini di Bengkalis (wilayah) Barat dan satu di Bengkalis Timur. Tinggal lagi, kepala desa berembuk untuk menentukan di mana lokasi yang paling pas.
    Lepaskan egonya, yang terpenting adalah kita bisa menempatkan satu tempat itu dengan lokasi yang tentunya sangat memungkinkan untuk kita bangun stadion mini sehingga kita tidak repot dan susah lagi untuk melaksanakan event-event seperti ini. Ini sudah merupakan rencana yang akan kita laksanakan, akan kita buat bersama Kang Eed (Indra Gunawan), mudah-mudahan ke depan ini bisa terwujud. Amin Ya Robbal alamin," ungkap Herman.

    Herman mengaku, sudah 7 tahun tidak menyaksikan sepak bola di Bengkalis. "Hari ini begitu saya mendapatkan WA dari Ketua Umum (Indra Gunawan Eed), saya harus ke sini dan saya menyaksikan bibit-bibit (atlet sepakbola) yang sangat membanggakan. Anak-anak bermain dengan baik, dengan postur yang tinggi dan usia yang masih muda. Kita punya lapangan sebenarnya, lapangan yang diambil atau dipakai untuk mess Bupati itu adalah lapangan Persi B sekarang dipindahkan di samping Balitbang tetapi tidak terawat. Kita tidak punya lapangan lain untuk tempat adik-adik kita bermain dengan baik, untuk ini mudah-mudahan Pak Sekcam menyikapi ini bersama beberapa kepala desa bisa mengusulkan ini menjadi sebuah pembangunan yang berwujud nyata. Apresiasi yang setinggi-tingginya kamu sampaikan, kami salut dengan kemampuannya bisa melaksanakan turnamen ini. Juga tahniah dan selamat kepada kedua tim kesebelasan, kalian adalah yang terbaik. Tim dari Barat yang memenangkan pertandingan tadi tapi yakin dan percayalah kalian adalah yang terbaik untuk wilayah ini. Selama ini PSSI vakum mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita akan melaksanakan rapat atau musyawarah untuk mengukuhkan Haji Indra Gunawan sebagai Ketua PSSI Kabupaten Bengkalis. Dan saya berharap seluruh kepala desa bisa bergabung di sana menjadi pengurus PSSI Kabupaten Bengkalis supaya semua bisa kita akomodir," beber Herman.

    "Sepakbola/bola kaki memang olahraga yang disukai oleh masyarakat Kampung Parit, kalau dulu zaman kami main dulu, cukup bersemangat orang2 tue kite ikut same,sy ingat arwah bah ,arwah yong Umar,Ngah nuar,Ngah amat,dll tak lupe Alang Ipin tetap turun bersame jika kesebelasan kampung kite(Mandala jaya) bertanding,soal biaya bnyk sumbangan dr masyarakat ,dan kite dulu jg bisa mendatangkan pemain PSIB 1,2 org(ingat Udin lengkung dan Seran) , dan kite bisa besaing dg club lain. Terima kasih utk adik2 dan anak2 kite masih melestarikan olahraga ini di kampung kite,dan ini sangat positif,dan kedepan lebih berjaya lagi , selamat',semoga ada perhatian dari pemerintah," tulis Khaidir Ani warga Pangkalan Batang Barat yang sekarang menjadi pejabat di Kabupaten Siak di WAG MDKP Info, Kamis (12/9/2019).

    Khaidir menambahkan bahwa di zaman sekarang, pemerintah desa bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sarana olahraga, "coba usulkan ke desa ttg sarana ( lapangan bola)," tulisnya lagi pada pukul 13.52 WIB.

    Di akhir tulisan ini, jurnalis media ini merasa sebuah hal yang menarik, Ucok sang kapten dan beberapa pemain lain yang telah berkeluarga namun permainan mereka sangat apik, sangat meningkat dan perlu diberikan ruang meskipun melalui sebuah sistem evaluasi yang memadai.

    Sementara itu, Kamaruddin yang juga warga Pangkalan Batang Barat yang mengabdi di Kanwil Kemenag Provinsi Riau dalam WAG yang sama pula menuliskan, "Berolah raga itu sehat untuk jasmani dan rohani. banyak cabang olah raga yang menjadi idola dari dahulu sampai sekarang. ade sepak bola, bola volly dan takraw. salah satu langkah kades, kadus, rw dan rt serta tokoh2 di kampung menghidupkan olah raga. anak2 muda berbakat banyak. dari masa sekaranglah kita harus mulai dan tiada kata terlambat," tulisnya pada pukul 19.18 WIB pula.

    Subjects:

    Olahraga
  • No Comment to " Herman Janji Buat Stadion Mini PSPB "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0813 7118 3788 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com