• Mulok Budaya Melayu, Kemendikbud Minta Pemprov Optimalkan Guru Seni Budaya

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Kamis, 07 Februari 2019
    A- A+


     
    Asisten I Setdaprov Riau H Ahmad Syah Harrofie, Kadis Kebudayaan Provinsi Riau dan rombongan foto bersama dengan pejabat Kemendikbud RI. ISTIMEWA
    KORANRIAU.co, PEKANBARU – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan mengoptimalkan peran guru seni budaya untuk mengajarkan budaya Melayu Riau di sekolah-sekolah.
    Hal ini terkait usulan Pemprov Riau memasukkan BMR (Budaya Melayu Riau) sebagai Mulok (Muatan Lokal) ke dalam kurikulum pendidikan di wilayah Provinsi Riau. 

    Demikian disampaikan Santi Ambarukmi selaku Kasubdit Peningkatan Kompentensi dan Kualifikasi Direktorat Pendidikan Dasar Menengah, Kemendikbud RI, saat menerima tim dari Pemprov Riau yang dipimpin Asisten I Setdaprov Riau, H Ahmad Syah Harrofie di  Jakarta, Rabu (6//2/2019). 

    “Untuk jangka pendek Pemprov Riau harus mengoptimalkan guru seni budaya untuk mengajarkan Budaya Melayu Riau kepada anak didik. Untuk jangka pendek sebelum diakuinya Mulok BMR di Riau, Pemprov harus mengikuti kurikulum seni budaya yang saat ini dilakukan Kemendikbud. Setelah disahkan Permen Kurikulum BMR, baru BMR direalisasikan,”ungkap Santi Ambarukmi. 

    Dalam pertemuan itu Asisten I didampingi Kadis Kebudayaan Riau Raja Yoserizal Zen, Kabid SMA Disdik Riau, Hafes Timtim serta Dr Junaidi,

    Rombongan Pemprov Riau dikesempatan itu menyerahkan surat permohonan pengakuan Mulok BMR di Riau beserta draft kurikulum yang disusun dari LAM Riau. Kurikulum yang terus dilakukan revisi dengan mendapat pendampingan dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan ini, akan mendapat pengakuan melalui Permendikbud RI.

    Namun demikian, meskipun program jangka pendek yang mengacu pada ‘payung’ Seni Budaya, antara Pemprov dan Kemendikbud sudah bisa melakukan sertifikasi guru sehingga guru seni budaya merasa dilindungi dengan mendapatkan tunjangan profesi guru. 

    Dengan program Seni Budaya, Pemerintah lebih mudah memberikan tunjangan profesi guru ketimbang membuka program yang tidak mengacu pada pusat.

    Sementara itu untuk jangka panjang, menurut Santi harus dibuka program profesi guru bagi guru Mulok BMR di Provinsi Riau. “Masalah selama ini kan tunjangan yang harus didapat atas profesi guru Mulok BMR,” jelas Santi.

    Sementara itu, Asisten I Setda Provinsi Riau mengharapkan persetujuan Mulok BMR segera direalisasikan, mengingat kebudayaan Melayu berpusat di Provinsi Riau karena sejalan dengan Visi Riau 2020, dimana antara pemerintah dan masyarakat sepakat menjadikan Riau sebagai Pusat Kebudayaan Melayu di bentangan Asia Tenggara. 

    “Untuk mewujudkan impian ini tergantung dari SDM. Dan SDM itu lahir dari sekolah-sekolah. Makanya kita ngotot kurikulum Mulok BMR diakui,” papar Ahmad Syah Harrofie. 

    Seperti diketahui, Sabtu (2/2/2019) di saat kunjungan kerja Mendikbud Muhadjir Effendy, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) melobi Mendikbud agar Mulok BMR dapat dimasukkan ke dalam data pokok pendidikan sebagai rumpun tersendiri  (budaya). 

    Dengan demikian Mulok BMR, tidak berada dalam rumpun lain yang sudah ada, misalnya rumpun bahasa karena berbagai  pertimbangan  konseptual. 

    Menteri mengatakan bahwa gagasan Riau itu bisa menjadi model bagi muatan lokal Indonesia yang selama ini terpaku pada rumpun bahasa. Pasalnya, budaya mencakup semua hal kehidupan manusia yang berpuncak pada nilai-nilai. Ia bersedia menerbitkan Kemendikbud.  Sebagai catatan, sudah dua kali Riau berurusan dengan Mendikbud berkaitan dengan mulok. (MUHAMMAD YUSUF)

    Subjects:

    Berita Riau
  • No Comment to " Mulok Budaya Melayu, Kemendikbud Minta Pemprov Optimalkan Guru Seni Budaya "