• JNE Siapkan Skema Penyesuaian Harga Mengantisipasi Kenaikan Harga BBM

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Jumat, 19 Oktober 2018
    A- A+

    KORANRIAU.co, Pekanbaru -- Mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sebagian telah dimulai pada Rabu (10/10/2018) lalu, perusahaan jasa pengiriman JNE melakukan antisipasi sedini mungkin, khususnya skema tarif jasa. Hal ini penting mengingat kenaikan harga BBM sudah pasti berdampak pada biaya operasional perusahaan.

    “Kita tentu saja menyiapkan skema harga jasa penyesuaian. Berapa persen kenaikan, kita masih menunggu arahan dari pusat,” ujar Kepala Cabang JNE Pekanbaru, Hui Mandra kepada Koran Riau, Kamis (18/10/2018).

    Terhadap ancang ancang kenaikan tarif jasa layanan lanjut Hui Mandra, memang sudah digodok perusahaan terpusat di Jakarta. Oleh sebab itu pula ia berharap kepada masyarakat dan pemerintah untuk memahami kondisi ini.

    Adapun dasar mengambil keputusan ini, tambah Hui lagi, menyusul sudah mulai naiknya jasa layanan udara, seperti Garuda, Citilink, naiknya sewa gudang dan lain sebagainya. “Begitu pula surat muatan udara sudah mengalami kenaikan,” ujarnya lagi.

    Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Wakil Kepala Cabang JNE Pekanbaru, Zulheri Adha mengatakan, dampak tersebut akan terasa apabila kenaikan harga terjadi pada jenis bahan bakar premium dan pertalite.

    “Kenaikan harga pada jenis bahan bakar tersebut akan mendorong peningkatan biaya operasional karena rute tempuh kurir sama, namun biaya untuk bahan bakar meningkat, alhasil bahan bakar yang dierlukan berkurang, agar cukup biaya untuk bahan bakar terpaksa ditingkatkan,” katanya.

    Dengan demikian untung yang diraih semakin sedikit apabila tidak diambil langkah menaikkan harga.

    Ia menyampaikan usaha logistik pengiriman barang sangat tergantung pada bahan bakar, layanan yang berpusat kepada tenaga pengiriman barang membutuhkan moda transportasi. Lebih dari setengah jalannya usaha ini bergantung pada transportasi, ini tentunya akan sangat mengefek.

    Di tengah kondisi saat ini, masyarakat banyak beralih menggunakan premium membuat panjang antrean di SPBU. Kondisi demikian diakuinya cukup merugikan karena persaingan di layanan logistik bergantung pada waktu, jika antrean panjang maka akan banyak waktu yang terbuang.

    Ia mengatakan jika kondisinya pemerintah harus menaikkan harga bahan bakar pengusaha tentu akan dukung, namun pemangku kebijakan juga diminta bisa memberikan solusi.

    “Salah satu solusi yang saya anggap baik yakni pemerintah bisa menyediakan stasiun pengisian bahan bakar premium lebih banyak untuk mengurangi antrean,” ujarnya.

    Diketahui, tepat pukul 11.00 WIB pada Rabu (10/10) lalu, Pemerintah melalui Pertamina menaikkan harga eceran sejumlah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM). Adapun jenis yang mengalami kenaikan antaranya Pertamax yang naik Rp900 dari harga Rp9.900 menjadi Rp10.800 di Riau. Sementara Pertalite masih sama dari yang sebelumnya seharga Rp7.800. Sedangkan harga premium yang sedianya dinaikkan, akhirnya dibatalkan sampai masa yang ditentukan nantinya. 

    Sedangkan untuk Pertamax Turbo naik menjadi Rp12.650 dari sebelumnya Rp11.000. Dexlite yang sebelumnya Rp9.400 menjadi Rp 10.900 perliternya, jenis Pertamina Dex dibanderol seharga Rp11.000 sebelumnya menjadi Rp12.350 perliternya. (rid)
  • No Comment to " JNE Siapkan Skema Penyesuaian Harga Mengantisipasi Kenaikan Harga BBM "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0813 7118 3788 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com 8bPIF.jpg