• Belajar dari Konflik Perbatasan Laut Riau-Sumut, DKP Riau Segera Buat Andon

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Jumat, 21 September 2018
    A- A+
    (ilustrasi)


    KORANRIAU.co, PEKANBARU -- Sebanyak empat perwakilan dari pemerintah empat provinsi di Sumatera hadir dalam pertemuan di ruang pertemuan Kantor Gubernur Riau, Kamis (20/9/2018). Pertemuan tersebut membahas soal konflik antarnelayan tradisional yang belakangan marak terjadi. 

    Keempat perwakilan itu diutus dari Pemprov Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Provinsi Riau sendiri.

    Rapat dibuka Asisten I Setdaprov Riau Achmad Syah Harofie. Disampaikannya, konflik perbatasan laut antara provinsi tetangga harus segera dicarikan solusi, untuk itulah dilakukan pertemuan.

    “Kita Pemprov Riau mengajukan kepada provinsi tetangga yang lautnya berbatasan langsung dengan kita untuk membuat andon (perjanjian perbatasan) agar tidak terjadi lagi konflik,” ungkapnya.

    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Riau, Herman Mahfud, dalam pertemuan ini menjelaskan beberapa kasus konflik antara nelayan tradisional antarprovinsi. Masalah menahun ini menurut dia, sesegera mungkin harus diselesaikan mengingat bisa saja terjadi konflik lebih besar.

    “Maksud kami mengajak perwakilan masing-masing provinsi berkumpul di sini bukan untuk saling menyalahkan. Tapi bagaimana pertemuan ini menghasilkan solusi kongkrit supaya masalah konflik antarnelayan tradisional bisa diatasi,” ujarnya.

    Dia menambahkan, dalam kondisi seperti ini, bukan hanya Riau yang merasa dirugikan. Daerah lain juga mengalami hal sama karena tidak menutup kemungkinan nelayan asal Riau juga melakukan aktivitas tangkapan di perairan Sumut, Jambi dan Kepri. Namun dia mengklaim kalau perairan di Riau sejauh ini masih menjadi primadona.

    Dalam pertemuan itu, di awal presentasinya Herman juga memperlihatkan dokumentasi terdahulu mengenai korban dari konflik antarnelayan tradisional tersebut. Sebagian besar foto yang ditampilkan Herman yakni korban yang mengalami tindakan kekerasan, pembakaran kapal nelayan dan korban nelayan meninggal dunia.

    “Begini beratnya kondisi hari ini orang cari makan sehingga mereka harus melakukan cara apapun untuk bisa mencari ikan,” ucapnya. (Des)
  • No Comment to " Belajar dari Konflik Perbatasan Laut Riau-Sumut, DKP Riau Segera Buat Andon "