KORANRIAU.co, PEKANBARU -- Untuk memajukan pendidikan di lingkungan kampus dalam menghadapi tantangan revolusi industri, Universitas Lancang Kuning, Riau menggelar rapat kerja dengan tema meningkatkan kualitas tri dharma Universitas Lancang Kuning untuk menghadapi revolusi industri 4.0, Selasa (14/8/18). Rapat Kerja berlangsung selama dua hari, dengan menghadirkan narasumber Prof Dr Herri MBA, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah X.
Rapat kerja dibuka oleh Kepala LLDikti Wilayah X, hadir Ketua Yayasan Raja Ali Haji Prof Dr Irwan Effendi MSc, Rektor Unilak Dr Hj Hasnati, Wakil Rektor I Dr Junaidi, WR II Erminasari STP MSc, WR III Dr Eddy Asnawi, Direktur Pascasarjana Prof Dr Sudi Fahmi, jajaran dekan, wakil dekan, kepala lembaga, dan dosen di lingkungan Unilak, dan berlangsung hingga Rabu.
Rektor Unilak dalam sambutannya mengatakan rapat kerja merupakan kegiatan tahunan sebagai wadah mengevaluasi kegiatan dalam rentang waktu 2017-2018. Total peserta ada 130 orang mulai pimpinan Unilak, ketua dan sekretaris program studi, dan khusus di tahun ini mengundang dua dosen dari masing masing prodi.
"Mudah mudahan rapat kerja dapat menghasilkan apa yang diharapkan sehingga menjadikan Unilak menjadi unggul di 2030," kata Rektor.
Sementara, Ketua Yayasan Raja Ali Haji saat memberikan sambutan mengatakan tema tentang Revolusi Industri 4.0 tantangan kedepannya sangat besar. menurutnya, teknologi berkembang pesat, promosi marketing juga berubah, generasi milenial jumlahnya sangat besar, perguruan tinggi harus berubah semakin maju, karena perubahan di luar sana semakin cepat.
"Kami bersyukur dua narasumber hadir di sini untuk memberikan pencerahan bagi Universitas Lancang Kuning. Silakan bertanya sepuas-puasnya karena dua narasumber berpengalaman dalam mengembangkan universitas. Kita harus menatap ke depan sebagai univeritas maju untuk mengelola dan mendidik anak anak zaman now," ungkap Irwan.
Prof Herri saat membuka raker mengatakan saat ini Unilak sudah banyak memiliki sumberdaya manusia. Untuk meningkatkan kualitas, perlu dibuat road map yang jelas apa yang perlu dicapai dapat sesuai target.
Program kerja, kata dia, memang harus disusun berdasarkan kondisi objektif untuk mencapai visi ke depan perlu ada konsisten, program, budget dan strategi.
"60 persen kualitas pendidikan tinggi ditentukan oleh dosen. Kenapa dosen? Karena dosen yang mengajar, dosen yang penelitian, dosen yang menguji dosen yang mengabdi, dosenlah segala-galanya. Alhamdulilah di Unilak sudah banyak dosen yang sertifikasi, ini sangat penting. Dosen sudah sertifikasi jalan lebih ringan," terang Herri. (Humas Unilak)

No Comment to " Universitas Lancang Kuning Gelar Raker Angkat Tema Revolusi Industri 4.0 "