• Zelensky Pertanyakan Sikap Lemah PBB Atas Kekejaman Rusia di Ukraina

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Rabu, 06 April 2022
    A- A+






    KORANRIAU.co-Presiden Ukraina Volodomyr Zelensky mempertanyakan sikap PBB atas invasi yang dilakukan Rusia terhadap negaranya. Ia mengatakan Dewan Keamana PBB dibentuk untuk menjamin keamanan dunia.


    Tapi sayangnya, peran dan tugas itu tidak dijalankan PBB atas invasi yang dilakukan Rusia terhadap negaranya. PBB terlihat lemah.


    Padahal katanya, Pasal 1 Bab 1 Piagam 1 PBB jelas mengatur; tujuan utama berdirinya PBB adalah menjaga dan memastikan perdamaian dunia ditaati semua negara.


    "PBB dirancang untuk memerangi agresi dan memastikan perdamaian dunia berjalan baik. Tapi, itu tidak ada, meskipun ada Dewan Keamanan PBB semua tidak ada. Jelas PBB tidak bekerja secara efektif. Sekarang piagam PBB dilanggar secara harfiah dimulai dengan Pasal 1. Jadi apa gunanya semua Pasal lainnya?" katanya seperti dikutip dari CNN.com, Rabu (6/4).


    Karena masalah itu, ia menyerukan agar PBB direformasi. Reformasi ia serukan terkait posisi organisasi beranggota 15 negara itu yang hingga kini tidak mengambil inisiatif dan tindakan apapun dalam menghentikan invasi Rusia ke negaranya.


    Ia mengatakan sikap diam PBB itu terjadi karena keberadaan Rusia, bersama dengan Amerika Serikat, Prancis, Inggris dan China yang memiliki hak veto.


    "Kita berurusan dengan negara yang mengubah hak vetonya di Dewan Keamanan PBB menjadi hak untuk (menyebabkan) kematian. Rusia ingin mengubah Ukraina menjadi budak yang diam" kata Zelenskiy dalam pidato video di depan Dewan Keamanan PBB pada Selasa (5/4) sembari menyerukan reformasi atas organisasi itu seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/4).


    Di forum itu, ia mendesak PBB segera bertindak menghentikan invasi yang dilakukan Rusia terhadap negaranya. Atau kalau desakannya tidak bisa dilakukan organisasi itu, ia mendesak PBB untuk membubarkan diri saja.


    Suara pedas itu ia sampaikan ke PBB sambil menunjukkan video mayat, termasuk anak-anak korban kekejaman invasi Rusia.


    Dalam forum itu ia mengatakan kekejaman yang dilakukan Rusia di kota-kota Ukraina seperti Bucha sama dengan perbuatan teroris, seperti kelompok Negara Islam (ISIS). Zelensky karena itu meminta organisasi yang pendiriannya bertujuan memastikan perdamaian dan keamanan internasional itu untuk mengusir Rusia dari negaranya.


    "Jika tidak ada solusi dan tidak ada pilihan, maka opsi selanjutnya silahkan Anda membubarkan diri sama sekali. PBB bisa dibubarkan begitu saja. Hadirin sekalian, apakah Anda siap untuk menutup PBB? Dan waktu hukum internasional telah berlalu? Jika jawaban Anda tidak, maka Anda harus segera bertindak," lanjut Zelensky seperti dikutip dari AFP, Selasa (5/4).


    Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield mengatakan dunia memang bertanggung jawab dan para pemimpin global perlu menunjukkan kekuatannya dalam melawan ancaman Rusia.


    Pasalnya invasi yang dilakukan Rusia di Ukraina tak hanya berdampak pada negara itu saja, tapi juga dunia.


    Menanggapi Zelensky, Rusia melalui Duta Besarnya untuk PBB Vassily Nebenzia membantah semua tuduhan yang diarahkan Zelensky tersebut. Ia mengatakan pasukan Rusia tidak pernah melakukan pembantaian terhadap warga sipil Ukraina selama melakukan invasi di negara itu.


    Moskow mengatakan isu pembantaian warga sipil di Bucha adalah kebohongan yang dilakukan oleh Barat untuk mendiskreditkan Rusia.


    Rusia juga berdalih invasi yang mereka lakukan di Ukraina demi mendemiliterisasi dan "denazifikasi" sebuah negara yang oleh Presiden Vladimir Putin dianggap sebagai negara tidak sah.cnnindonesia/nor 



    Subjects:

    Internasional
  • No Comment to " Zelensky Pertanyakan Sikap Lemah PBB Atas Kekejaman Rusia di Ukraina "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com yLx3F0.jpg