• Pembangunan IPAL Tak Kunjung Tuntas, Warga Merasa Dibohongi

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Selasa, 14 Januari 2020
    A- A+

    KORANRIAU.co,PEKANBARU- Pembangunan jaringan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sedang berlangsung di Kecamatan Sukajadi saat ini menjadi masalah besar bagi masyarakat sekitar pembangunan. Dampak dari pembangunan proyek tersebut sangat dikeluhkan oleh masyarakat sekitar.

    Rudi (31) salah seorang warga yang berjualan makanan di Jalan KH Ahmad Dahlan dekat Simpang Teratai, mengaku sangat geram akibat pekerjaan IPAL tak kunjung tuntas.

    Ia merasa dibohongi oleh pihak kontraktor, karena pada saat pembangunan dimulai, pihak kontraktor mengatakan pekerjaan hanya selama dua bulan saja. Nyatanya hingga saat ini, pekerjaan masih berlangsung.

    "Sudah muak saya, katanya dulu cuma dua bulan pekerjaan. Tapi sampai sekarang belum juga selesai," kata Rudi, Selasa (14/1/2020).

    Kekesalannya itu disebabkan, penjualan nya menurun drastis semenjak pembangunan berlangsung. Dirinya yang menjual aneka ragam makanan seperti soto, nasi goreng, dan lontong itu sulit untuk mendapatkan untung dagangan. Bahkan karena konsumen yang sepi, dirinya sempat tidak berjualan selama dua bulan.

    "Percuma aja jualan, orang gak ada yang beli. Ada waktu itu saya tutup hampir dua bulan. Kompensasi pun gak ada dikasih oleh kontraktor kepada kita. Kita yang sengsara jadinya," kesalnya.

    Hingga saat ini pun omzet nya belum stabil, diakuinya penurunan omzet hingga 90 persen."Biasanya, paling sepi penjualan kita, setidaknya di dalam laci terkumpul juga Rp400 ribu. Sekarang, nyari 100 ribu aja susah," ungkapnya.

    Ia katakan, pihak kontraktor lamban dalam pembangunan. Sebab, ditempatnya saja pembangunan sudah berlangsung hampir 8 bulan, dan masih berputaran disekitar itu saja.

    "IPAL ini gak ada gunanya. Jalan habis digali semua, gak diperbaiki. Kalaupun selesai nanti, dipungut lagi retribusinya. Gak semua orang mampu, buat makan aja sekarang sudah sulit. Ditambah pula bayar ini itu," sebutnya.

    Sementara itu Wandi, salah seorang warga sekitar mengaku banyak pengendara yang jatuh akibat banyaknya pasir galian IPAL yang berserakan di jalan. Pengendara sepeda motor banyak terpeleset akibat jalan licin karena pasir yang berserakan di jalan.

    "Orang banyak kepeleset. Maunya pasir itu dibersihkan, debu juga banyak kalau hari panas. Gak tahan debunya berterbangan," jelas Wandi.

    Ia juga berharap supaya pihak kontraktor dapat memberikan perhatian ke warga sekitar pembangunan. Sebab banyak warga sekitar yang merasakan dampak yang timbul dari pembangunan IPAL itu.Rahmat

    Subjects:

    BERITA UTAMA
  • No Comment to " Pembangunan IPAL Tak Kunjung Tuntas, Warga Merasa Dibohongi "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0813 7118 3788 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com