• Harimau Masuk Kampung, BBKSDA Riau Turun ke Lokasi

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Kamis, 20 September 2018
    A- A+
    (foto: wikipedia)



    PEKANBARU (KR) - Warga Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau digegerkan adanya penemuan jejak harimau di wilayah itu.
    Menanggapi hal tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menelusuri jejak-jejak seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang memasuki permukiman warga itu. 


    Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan bahwa kucing belang tersebut tidak hanya meninggalkan jejak, namun sempat memangsa hewan ternak warga. Di antaranya, sapi dan kambing.


    “Tim kami masih terus melakukan penelusuran di sana. Hasil pengecekan (jejak-jejak telapak kaki) diduga satu ekor harimau dewasa,” kata Suharyono, Kamis (20/9/2018).


    Dia menuturkan, penelusuran tersebut berawal dari laporan masyarakat Desa Teluk Nibung yang beberapa kali mendengar auman harimau pada awal pekan ini. Selain itu, warga juga melihat jejak telapak kaki si raja rimba tersebut yang menyebar di sejumlah titik.


    Selain itu, dari keterangan warga setempat, Suharyono mengatakan sedikitnya enam ekor ternak warga terdiri dari tiga ekor sapi dan tiga ekor kambing dimangsa satwa karnivora itu.
    Hingga kini, dia menuturkan tim BBKSDA Riau Resor Pekan Heran masih berada di lokasi untuk terus memantau pergerakan satwa tersebut. Timnya fokus pada penyelamatan mayarakat dan satwa harimau.


    Untuk itu, pihaknya terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan perburuan, termasuk melukai satwa yang dilindungi undang-undang tersebut. “Tim kita juga terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan melukai atau membunuh harimau itu. Kami mohon kepada masyarakat jika melihatnya sampaikan saja ke tim kita,” jelasnya.


    Lebih jauh, dia juga meminta kepada kepala desa untuk membantu membuat papan pemberitahuan kemunculan satwa tersebut, dan meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.


    Kemunculan harimau di Kabupaten Indragiri Hilir kerap terjadi. Masih ingat jelas ketika Bonita, harimau betina remaja muncul di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir pada awal tahun 2018 ini.


    Pencarian Bonita menjadi sejarah pencarian dan penangkapan harimau terlama di Indonesia, setelah berhasil ditangkap pada April atau empat bulan setelah satwa itu terdeteksi di kawasan perkebunan sawit PT THIP. Sebelum ditangkap, Bonita sempat menghabisi seorang karyawan perusahaan asal Malaysia tersebut, Jumiati dan seorang warga, Yusri. (Jsn)
  • No Comment to " Harimau Masuk Kampung, BBKSDA Riau Turun ke Lokasi "