KORANRIAU.co- Presiden
Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya tidak akan tunduk pada
tuntutan berlebihan dari Amerika Serikat terkait program nuklir Teheran.
Pernyataan itu disampaikan setelah negosiasi
antara Iran dan AS yang dimulai pekan lalu, terkait program nuklir Iran.
"Iran tidak akan menyerah terhadap agresi,
namun kami terus melanjutkan dialog secara maksimal dengan sejumlah negara
tetangga guna menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan," ujar
Pezeshkian saat peringatan 47 tahun Revolusi Islam Iran di Lapangan Azadi,
Teheran, seperti dikutip AFP.
"Negara kami, Iran, tidak akan menyerah pada
tuntutan berlebihan mereka," tambah dia.
Ia juga menegaskan Iran siap menerima "segala
bentuk verifikasi" atas program nuklir, serta menekankan
bahwa Teheran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.
Iran ingin agar perundingan dengan AS tetap fokus pada isu nuklir, sementara AS
mendorong agar program rudal balistik Iran serta dukungan terhadap kelompok
militan di kawasan juga ikut dibahas.
Teheran menegaskan program nuklirnya bersifat
damai, meski negara-negara Barat dan Israel mencurigai Iran berupaya memperoleh
senjata nuklir.
Setiap tahun, para pendukung pemerintah Iran turun
ke jalan memperingati revolusi 1979 yang menggulingkan shah yang didukung AS.
Di Lapangan Azadi, seorang jurnalis AFP melaporkan
pengamanan yang lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Para perempuan berhijab terlihat mengibarkan
bendera Republik Islam serta membawa potret Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali
Khamenei.
Bulan lalu, Iran juga diguncang aksi protes
nasional yang berujung pada penindakan keras aparat, dengan AS sempat mengancam
tindakan militer untuk mendukung para pengunjuk rasa.
cnnindonesia

No Comment to " Pezeshkian Tegaskan Iran Tolak Tunduk pada Tuntutan AS soal Nuklir "