• Karhutla Semakin Membahayakan, Gubri Kirim Obat dan Masker

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Selasa, 26 Februari 2019
    A- A+
    KORANRIAU.co, PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) akan segera mengirim
    bantuan masker dan obat-obatan ke Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis
    yang terdampak kabut asap. Rupat, merupakan bagian dari Kabupaten
    Bengkalis yang paling parah terjadi kebakaran hutan dan lahan dengan
    kondisi udara kategori berbahaya.

    "Kita segera kirim bantuan kesehatan dan masker. Saya sudah minta Pak
    Sekda untuk segera siapkan dan kirim ke sana," kata Gubernur Riau,
    Syamsuar, Senin (25/2).

    Menurut Syamsuar, pihaknya bersama pemerintah pusat terus fokus
    menangani kebakaran lahan yang terjadi di Pulau Rupat, Kabupaten
    Bengkalis. Meski kondisi lapangan lokasi kebakaran sulit didapat air
    untuk memadamkannya.

    Sebagai langkah tindak lanjut, ratusan personel gabungan TNI, Polri,
    Manggala Agni, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
    dibantu masyarakat setempat berjibaku melakukan pemadaman.

    Syamsuar juga memastikan bantuan kesehatan segera dikirim ke Pulau
    terluar di Pesisir Riau tersebut. "Agar nanti tidak meluas penyakit
    yang tidak diharapkan," kata Syamsuar.

    Sejak awal Januari 2019 hingga hari ini, hutan dan lahan di Pulau
    Rupat masih terus membara. Bahkan, kualitas udara terus menurun hingga
    level berbahaya. Sebuah sekolah dasar di Pulau itu terpaksa diliburkan
    karena berada tidak jauh dari lokasi Karhutla serta diselimuti asap
    tebal.

    Selain berdampak pada dunia pendidikan, kesehatan masyarakat Pulau
    Rupat juga terpantau terganggu. "Puskesmas kita sudah menangani
    beberapa pasien yang mulai batuk-batuk, flu akibat dampak asap," kata
    Camat Rupat, Hanafi.

    Korban kabut asap juga menyerang bayi, yang harus mendapat perawat
    serius. Meski terus terpapar udara tidak sehat hingga berbahaya, dia
    mengatakan belum ada warganya yang mengungsi.

    Aktivitas warga pun masih tergolong normal, meski dia mengimbau untuk
    mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain itu, dia juga mengimbau
    kepada masyarakat yang mulai mengeluhkan sakit akibat kabut asap untuk
    segera melapor dan berobat ke Puskesmas terdekat.

    Camat Rupat mengatakan salah satu bantuan yang sangat dibutuhkan saat
    ini adalah tabung oksigen untuk mengatasi korban yang mengalami sesak
    nafas akibat Karhutla.

    "Iya, kita butuh itu. Juga sebagai antisipasi ke depan jika ada warga
    yang sakit," katanya.

    Sejauh ini, dia menjelaskan bantuan berupa masker dengan jumlah 2.600
    unit telah disebarkan ke masyarakat. Masker tersebut berasal dari
    Dinas Kesehatan dan BPBD Bengkalis.

    Sementara itu, BPBD Riau mencatat luas lahan yang terbakar hingga hari
    ini mencapai 996 hektare, dan meningkat lebih dari 100 hektare dalam
    kurun waktu kurang dari sepekan. Bengkalis menjadi penyumbang titik
    panas terbanyak dengan jumlah mencapai 742,5 hektare.

    Tambah Parah

    Kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Dumai memasuki
    level tidak sehat, sementara di daerah lain masih kategori sedang.

    "Saat ini udara di Kota Dumai tidak sehat. Itu karena kebakaran lahan
    di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis. Arah anginnya berhembus dari Rupat
    ke Dumai," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edwar
    Sanger," Senin (25/2).

    Untuk mengembalikan udara jadi sehat kembali, BPBD bersama TNI Polri
    dan Manggala Agni saat ini berjibaku melakukan pemadaman di Desa Teluk
    Lecah, Kelurahan Pergam, Desa Kembung Baru, Desa Jangkang, Desa Bandar
    Jaya.

    "Sejumlah desa di Bengkalis masih terjadi kebakaran hutan dan lahan,
    api yang sulit dipadamkan di Rupat?. Karena sumber air jauh dari
    lokasi," kata Edwar.

    Bahkan hasil water bombing (bom air) heli KLHK Bell 412 menemukan 1
    titik api baru di Kelurahan Mundam Kota Dumai. Petugas Satgas Darat
    langsung dikirim ke lokasi untuk memastikan titik api itu, apakah dari
    kebakaran lahan atau tidak.

    "Untuk jumlah tersangka pembakaran hutan dan lahan saat ini sudah 4
    orang. Ada yang sudah diserahkan ke jaksa untuk tahap 2, ada yang
    masih ditahan di rutan kepolisian. Rinciannya, di Bengkalis 1
    tersangka, Dumai 1, Kepulauan Meranti 1 dan Pelalawan 1," kata Edwar.

    Kebakaran lahan di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis mengakibatkan udara
    di Kota Dumai menjadi tidak sehat. BPBD telah membagikan masker untuk
    masyarakat. Sebab, angin berhembus dari Rupat ke Dumai.

    Kebakaran di Rupat juga berpotensi gangguan terhadap negara tetangga
    Malaysia. Karena secara geografis Rupat bersebelahan dengan negeri
    jiran tersebut dan hanya dibatasi oleh Selat Malaka.

    Saat ini luas lahan terbakar mencapai 996,41 hektare. Itu dikarenakan
    kebakaran hutan semakin meluas di Kelurahan Pergam Kecamatan Rupat
    Kabupaten Bengkalis Riau sekitar 20 ha.

    "Selain itu, kebakaran lahan hari ini juga bertambah di Desa Jangkang
    ada 6 ha, Balai Makam 3 ha, Desa Labuh Baru 1,5 ha, Bukit Batrem 2 ha,
    Teluk Lanus 20 ha, dan Desa Penyengat 5 ha," ujar Kepala Badan
    Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Edwar Sanger, Senin (25/2).

    Edwar menjelaskan, rekapitulasi luas lahan terbakar di berberapa
    daerah Riau sejak awal Januari hingga saat ini paling luas di
    Bengkalis yaitu 742,5 ha. Di Rokan Hilir 118 ha, Dumai 53 ha,
    Kepulauan Meranti 20,4 ha, Pekanbaru 17,51 ha, Siak 30 ha, serta
    Kampar 15 ha.

    "Daerah yang masih terjadi kebakaran lahan di Dumai dan Bengkalis.
    Sementara untuk daerah lain apinya sudah padam," kata Edwar.

    Ratusan prajurit yang berasal dari satuan Yonarmed 10 Kostrad tiba di
    bandara Pinang Kampai Kota Dumai, Riau. Mereka dikirim langsung dari
    Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta dengan menggunakan Hercules milik
    TNI AU.

    "Dalam memadamkan kebakaran lahan, saya berpesan jaga keselamatan dan
    kesehatan, utamakan faktor keamanan, jangan melaksanakan pemadaman
    sendiri, selalu body sistem," ujar Kasiops Korem 031/WB Kol Inf Patar
    Sitorus

    Pasukan dari Yon Armed 10/Kostrad ini dipimpin langsung oleh Lettu Arm
    Imam Wahyudi dengan membawa perlengkapan sarung tangan, masker, sepatu
    boot serta perlengkapan tempur perorangan.

    "Dalam pelaksanaan di lapangan akan dibekali dengan alat pemadam
    kebakaran hutan. Pasukan ini akan langsung didorong ke kecamatan Rupat
    untuk memadamkan kebakaran hutan terjadi di wilayah tersebut,"
    jelasnya.

    Sehari sebelum kedatangan pasukan dari Yon Armed 10 Kostrad, Panglima
    TNI Jenderal TNI Hadi Tjahjanto bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI MS
    Fadilah, Danrem 031/WB Brigjen TNI M Fadjar, Wakil Gubernur Riau Edy
    Natar Nasution, Danlanud RSN dan Wakapolda Riau telah melihat langsung
    lokasi.

    Kebakaran hutan dan lahan paling parah terjadi Kecamatan Rupat
    Kabupaten Bengkalis. Panglima TNI datang ke sana sesuai Perintah
    Presiden Joko Widodo untuk meninjau serta ikut membantu pemadaman. (A
    SANI)

    Subjects:

    BERITA UTAMA
  • No Comment to " Karhutla Semakin Membahayakan, Gubri Kirim Obat dan Masker "