• Venom, Ambisius Berudu Besar

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Minggu, 14 Oktober 2018
    A- A+
    VENOM, AMBISIUS BERUDU BESAR

    oleh Mosthamir Thalib



    VENOM, sebuah film Holywood yang tengah laris sekarang. Tengah tayang di bioskop-bioskop besar di kota-kota besar.

    Begitu pula di Pekanbaru. Di bioskop terbesar.  Nyaris tidak menyisakan satu studio pun dari enam studio yang tersediakan. Mulai pukul sebelas siang sampai larut malam. Sejak berpekan-pekan, tayangan ini terus berulang-ulang. Penonton nyaris belum berkurang.

    Venom. Murni film Holywood. Tetapi ada dua patah kosakata Bahasa Melayu. "Siraam aiir..!" Seorang perempuan muda wajah Melayu berteriak ketika terjadi sebuah ledakan dari semburan api Venom yang menjulat dan menjilat kota. Di scane lain film ini tampak pula terpampang tulisan "tandas" alias "toilet" alias tempat buang "kotoran manusia". Bahasa Melayu langgam negara tetangga.

    Gambarnya diambil di Atlanta, New York dan San Francisco, semuanya di Amerika. Tetapi sekilas kenapa dimunculkan simbol Melayu: seorang perempuan muda, "siram air" dan "tandas" sampai centeng berawak sawo matang?

    Perempuan wajah Melayu ini kemudian menjadi Venom setelah makhluk serupa kue "ongol-ongol" sagu berjari gurita sebesar kepala manusia itu merayap cepat menyelinap dan menyerap masuk ke dada/tubuhnya lewat pori-pori kulitnya. Seketika saja, ikan-ikan mentah dikunyahnya. Gerombolan preman pasar pun yang coba menghadangnya dalam sesaat terputus-putus semua. Dikibasnya dengan pisau-pisau tajam yang dalam seketika muncul dari jari-jarinya.

    Venom. Persis berudu atau nakbudu alias bayi katak di dalam kolam. Bodinya yang sebesar kepala manusia itu memang persis gumpalan kue "ongol-ongol" sagu Selatpanjang atau orang Mandah di Muara Indragiri. Berjari-jari serupa gurita, berjurai-jurai, keluar dari badannya. Dan, sebetulnya memang lebih mirip berudu andai saja makhluk kolam itu diberi jari-jemari. Badannya juga berlendir, persis nakbudu. Merayap dan lenyap sangat cepat bila melekat pada tubuh makluk berbadan besar, seperti manusia dan anjing! Tanpa bekas.

    "Bakteri" Venom ini dikembangkan oleh seorang mafia (diperankan Riz Ahmad) di dalam sebuah laboratorium besar. Konon, dengan peralatan supercanggih. Terutup rapat. Tiada sedikit angin pun boleh lewat.

    Hasil produksinya, Wikipidia menguraikan, simbiot alien yang memberikan kekuatan super. Bodinya manusia sejati. Jiwanya Iblis Venom. Cara melahirkan makhluk Venom ini, orang tawanan atau "kolega yang dijebak" dipaksakan masuk ke dalam labor venom. Setelah tawanan atau kolega diperangkap dalam labor yang segera ditutup lagi itu, Iblis Venom dilepaskan dari sangkarnya. Lantas  dengan lekas, mengejar manusia terperangkap yang menjerit-jerit mati ketakutan. Iblis Venom terus merayapi dirinya dan manusia ini terus meronta-ronta. Tiba di dada, Iblis Venom ini lenyap begitu saja. Masuk lewat pori-pori kain baju dan kulit ke dalam tubuh manusia manusia. Sesaat tampak Iblis Venom bergerak-gerak dalam tubuh yang dimasukinya. Tetapi sesaat kemudian hilang begitu saja.

    Sesaat kemudian si empunya tubuh pun tidak merasa lagi ke mana perginya makhluk tadi. Cuma perangai yang punya diri berubah jauh sekali. Bukan saja hilang akal budi manusiawi. Perangai persis iblis yang menampakkan diri. Wujudnya pun sekali-sekali berubah jadi berudu hitam yang besar sekali. Serupa jeli bercampur aspal hitam menggelegak membungkus badan manusia yang dia tumpangi untuk memangsa wujud korban yang lebih besar lagi.

    Iblis Venom sepertinya suka atau tertantang untuk memangsa orang baik-baik. Tetapi yang mudah terjerat perangkap adalah manusia limbung. Mulai dari perempuan wajah Melayu yang limbung, lelaki atau suami  atau duda yang limbung, sampai pada janda yang labil (Michelle Williams). Kalau makhluk serupa "anjing"  sekadar untuk menumpang lalu saja. 

    All-kisah, terlunta-luntalah seorang duda yang setia, Eddi Brock, seorang jurnalis (diperankan Tom Hardi). Dia bermasalah dan merana. Istri yang sempat janda sudah digaet orang lain pula. Akibatnya, selalu lalai dan lupa. Ketika investigasi ke labor Iblis Venom terjadi satu kecelakaan. Maksud ingin meliput, Iblis Venom alih-alih berpindah dan "menyerap" ke dalam tubuhnya ketika dia berhasil melepaskan seorang korban Venom dari dalam labor.

    Duda yang sebelumnya pengecut ini alih-alih timbul berani luar biasa. Lebih-lebih ketika Iblis Venom yang "menyaruk" masuk ke dalam tubuhnya sudah bersebati dengan dirinya.

    Akhir cerita. Ketika seorang centeng menodongkan pistol, ingin menguras seorang kasir sebuah mini market, dengan sangat berani dia dekati lelaki yang berawak sawo matang. Lalu, dalam sekelip mata wujud sang duda berubah total. Badan manusianya tiba-tiba dibaluti "jeli hitam" bercampur aspal menggelegak tebal. Bentuknya, lagi-lagi persis berudu alias cebong besar. Dalam sekejab mata, centeng itu ditangkupnya dan ditelannya "bulat-bulat" (sebetulnya manusia itu tidak bulat). Tidak berbekas. Lantas, dalam sesaat bentuk jasadnya kembali kepada wujud manusia sejati. Dia sama sekali tidak tahu-menahu sama sekali apa yang telah dilakukannya sebelum ini, dalam sekejab ini tadi.

    Sang jurnalis itu keluar dari mini market setelah meninggalkan uang belanjaannya. Sementara sang kasir tetap terkejut-kejut.. Tidak hilang-hilang terkejutnya.

    "Bisa makan manusia..?"

    Venom. Berudu besar itu, berkecambah hari ini.*


    *MOSTHAMIR THALIB
    Sastrawan, budayawan Melayu
    Menetap di Pekanbaru, RIAU.*

    Subjects:

    Kolom
  • No Comment to " Venom, Ambisius Berudu Besar "