• Asing Keluar dari Pasar Saham RI & Bawa Kabur Rp 182 M

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Senin, 16 September 2019
    A- A+

    KORANRIAU.co-Investor asing pada perdagangan pagi ini keluar dari pasar saham domestik. Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menjadi saham yang paling banyak diobral asing pagi ini.

    Hingga pukul 10.00 WIB, total nilai jual bersih (net sell) asing di pasar saham domestik mencapai Rp 182 miliar. Nilai tersebut semakin menambah nilai akumulasi net sell asing sebulan terakhir yang mencapai Rp 6 triliun.

    Saham-saham produsen rokok menjadi pemicu keluarnya asing dari pasar saham. Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) diobral asing senilai Rp 102,28 miliar, dan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dijual asing sebanyak Rp 98,98 miliar.

    Saham-saham emiten produsen rokok menjadi momok bagi IHSG pada perdagangan hari ini. Penurunan saham-saham produsen rokok tersebut membuat IHSG anjlok 1,79%.

    Saham-saham emiten rokok dilego pelaku pasar seiring dengan keputusan pemerintah untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23% mulai Januari 2020.

    Keputusan tersebut dikemukakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, usai menggelar rapat secara tertutup di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/9/2019). Sri Mulyani mengatakan, dengan kenaikan tarif cukai rokok tersebut, maka harga jual eceran (HJE) pun mengalami kenaikan hingga 35%.

    "Kenaikan average 23% untuk tarif cukai, dan 35% dari harga jualnya yang akan kami tuangkan dalam Permenkeu," kata Sri Mulyani.

    Untuk diketahui, untuk tahun 2019 pemerintah memutuskan untuk tak menaikkan tarif cukai rokok.

    Dikhawatirkan, kenaikan tarif cukai yang begitu signifikan pada tahun depan akan menekan konsumsi masyarakat. Apalagi, saat ini tanda-tanda lemahnya daya beli masyarakat sudah sangat terlihat.

    Melansir Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) pada hari Selasa (10/9/2019), penjualan barang-barang ritel periode Juli 2019 hanya tercatat tumbuh sebesar 2,4% secara tahunan (year-on-year/YoY), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu (Juli 2018) yang sebesar 2,9%.

    Untuk Agustus, angka sementara menunjukkan penjualan barang-barang ritel hanya tumbuh 3,7% YoY, jauh di bawah pertumbuhan pada Agustus 2018 yang mencapai 6,1%.

    Sebagai catatan, sudah sedari Mei 2019 pertumbuhan penjualan barang-barang ritel tak bisa mengalahkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan pada bulan Juni, penjualan barang-barang ritel terkontraksi 1,8% secara tahunan. Pada Juni 2018, diketahui ada pertumbuhan sebesar 2,3%.detikcom/nor 
  • No Comment to " Asing Keluar dari Pasar Saham RI & Bawa Kabur Rp 182 M "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0813 7118 3788 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com