• Kawan, Reuni di Akhirat Yuk!

    E d i t o r: redkoranriaudotco
    Published: Sabtu, 16 Mei 2020
    A- A+

    KORANRIAU.co- Entah karena jarang berinteraksi dengan Tuhan, atau tak memiliki ilmu agama yang cukup serta pengalaman ruhani yang minim, pernah dalam kilatan pikiran-- khawathir , kita menghayal soal masa depan. Masa depan setelah kehidupan di dunia, dan mampir sebentar di alam barzakh sebelum memasuki alam akhirat. Disebut sebentar, karena Alquran menyitir :
    "...قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ...



    Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari" . (QS Al Mukminun : 113)

    Dengan ilmu agama yang jauh dari memadai, kita menetapkan sendiri standar dan kiat-kiat agar bisa lulus pada tiap stadium sebelum sampai di terminal terakhir ; surga atau neraka. Kita bermujahadah. Ber- khalwat dan ber- uzlah. Demikian intens, kadang mengabaikan hak-hak anak Adam, termasuk keluarga. Kita sibuk sendiri hingga lupa sekitar. Walhasil, dengan kriteria dan keyakinan subjektif diri, sampailah kita dengan selamat ke dalam surga. Sendirian !

    Pasangan Dunia Akhirat


    Nah, anggota keluarga yang lain ke mana ? Orang tua, anak isteri, saudara, dan handai taulan di mana ? Para sahabat ; teman pergaulan kita di dunia, sekarang di mana ? Masuk surga sendirian ? Tak disertai orang-orang yang kita cinta ? Duh, Gusti ! Apa "enaknya" masuk surga sendirian ? Tiada lagi kebersamaan. Rupanya, kita berhasil selamat dari sergapan api neraka tapi tak berdaya membantu orang-orang tercinta kita dari ancaman Allah.

    Dengan menggunakan standar paling awam, karunia "kebersamaan" adalah harapan dan dambaan semua makhluk hidup. Kita ingin selalu bersama dengan orang yang kita sayang. Ingin bersama-sama selamat dari janji dan ancaman Allah SWT. Ingin masuk ke dalam keridhaan-Nya bersama kedua orang tua, anak-anak dan isteri-suami kita. Bahkan, kalau bisa, bertetangga di surga dengan para sahabat saat di dunia dulu.

    Mungkinkah kita melakukan itu ? Bisakah, setelah biasa reuni dan silaturrahim di dunia, juga bisa reuni di akhirat ? Bersama-sama di dunia dan bersama-sama di akhirat. Kalau kita ber-azam dan bertawakkal, disertai kehendak dan taufiq-Nya, insyaallah kita bisa hidup bersama lagi di akhirat. Tak ada istilah : "kita akan terus bersama hingga maut memisahkan kita." Kalau Allah berkehendak, bahkan maut pun tak akan sampai hati memisahkan mereka.

    Isyarat terbukanya pintu reuni di akhirat, disampaikan Allah lewat salah satu firman-Nya. Siapa yang bisa dapat kesempatan itu ? Semua kita, muslimin muslimat, mukminin mukminat. Asal mau. Mau mematuhi sejumlah amar Allah, salah satunya, menyambung silaturrahim . Yang dijanjikan bisa melakukan reuni di akhirat adalah mereka yang gemar silaturrahim dan mempertahankannya agar tidak putus.

    Mereka masuk Surga Aden , bersama orang tuanya, suami isteri dan anak-anaknya. Inilah keluarga yang saleh. Orang tua melahirkan anak-anak yang saleh dan anak-anaknya melahirkan anak-anak yang juga saleh. Allah menunjuk respsionis khusus yang terdiri diri para malaikat yang mulia. Mereka berdiri berjejer pada semua pintu di surga dengan wajah berkilau. Senyum mengembang. Kedua tangan terbuka. Menyambut kedatangan keluarga paling berbahagia.

    وَالَّذِيۡنَ يَصِلُوۡنَ مَاۤ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖۤ اَنۡ يُّوۡصَلَ ...

    "...dan mereka yang menghubungkan apa yang diperintah Allah agar dihubungkan..."

    جَنّٰتُ عَدۡنٍ يَّدۡخُلُوۡنَهَا وَمَنۡ صَلَحَ مِنۡ اٰبَآٮِٕهِمۡ وَاَزۡوَاجِهِمۡ وَذُرِّيّٰتِهِمۡ ۖ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ يَدۡخُلُوۡنَ عَلَيۡهِمۡ مِّنۡ كُلِّ بَابٍۚ...

    "...(yaitu) surga-surga 'Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu ; "(sambil berucap), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu."

    ***

    Gambaran tentang keluarga berbahagia ini, bisa kita temukan dalam Alquran di surah Ar-Ra'du dari ayat 21 hingga 24. Demikian bermaknanya ibadah silaturrahim, hingga Allah SWT menamakan diri-Nya dengan Ar Rahim. Allah mengancam dengan kemurkaan bagi yang mengabaikan apalagi sengaja memutus tali silaturrahim. Sebab, silaturrahim bisa menjadi wasilah terciptanya keluarga yang saleh. Sebaliknya, kesalehan bisa diperoleh lewat silaturrahim.

    Kawan Dunia Akhirat

    Lantas, bagaimana dengan kawan dan sehabat dekat yang ketika di dunia, kita saling jaga, saling mengingatkan untuk beramal saleh dan taat kepada Allah ? Di mana teman-teman akrab yang dulu jadi ladang kita beramal ? Apakah kita bisa bergabung dengan mereka atau mereka bisa menjadi sahabat karib kembali di akhirat ? Jawabannya sudah disiapkan Allah dalam Alquran, surah Az Zukhruf ayat 67.

    الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

    "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa."

    Semua persahabatan yang didasari bukan karena Allah, di hari kiamat, akan berbalik menjadi permusuhan. Pasangan sahabat karib tanpa ketaatan kepada Allah di dunia, akan jadi pasangan yang saling menggugat dan menyalahkan di akhirat. Kecuali apa yang berdasarkan karena Allah, maka sesungguhnya hal itu akan tetap kekal berkat kekekalan Allah.

    Syaratnya : TAQWA. Para sahabat karib di dunia, dan kekaribannya dibangun di atas dasar taqwallah , akan jadi sahabat hingga akhirat. Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan :

    "Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Al-Haris, dari Ali Bin Abi Tholib RA sehubungan dengan firman-Nya di surah Az-Zukhruf : 67.

    "Yang dimaksud : adalah dua orang mukmin yang berteman karib... Salah seorang dari kedua orang mukmin yang berteman itu diwafatkan, dan ia diberi kabar gembira akan masuk surga, lalu ia teringat temannya. Ia berdoa, "Ya Allah, sungguh si Fulan adalah teman dekatku. Dia selalu minta aku taat kepada-MU dan kepada rasul­-Mu..."

    "...Ya Allah, janganlah Engkau sesatkan dia sesudahku hingga Engkau perlihatkan kepadanya seperti apa yang Engkau perlihatkan kepadaku sekarang, dan Engkau ridhai dia sebagaimana Engkau ridai diriku." Maka dikatakan kepadanya, "Pergilah, sekiranya kamu mengetahui apa yang disediakan untuknya di sisi-Ku, tentulah engkau banyak tertawa dan sedikit menangis."

    Kemudian temannya itu diwafatkan, lalu keduanya bersua di alam arwah, maka dikatakan kepada keduanya, "Hendaklah salah seorang dari kamu berdua saling memuji kepada temannya." Maka masing-masing dari keduanya berkata kepada temannya, "Engkau adalah sebaik-baik saudara, engkau adalah sebaik-baik teman, dan engkau adalah sebaik-baik kekasih."

    Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

    Allaahu A'lamu Bishshowaab...

    Ishaq Zubaedi Raqib

    Pengasuh Pengajian "Bayt Abyadh" , Griya Alam Sentosa, Cileungsi, Bogor.

    *Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab pengirim.detikcom/nor

    Subjects:

    Kolom
  • No Comment to " Kawan, Reuni di Akhirat Yuk! "

INFO PEMASANGAN IKLAN HUB 0812 6670 0070 / 0811 7673 35, Email:koranriau.iklan@gmail.com y1GyIO.jpg yLx3F0.jpg