KORANRIAU.co,MELAKA- Pengembangan produk lokal menjadi salah satu perhatian mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB UNRI) dalam rangkaian International Community Service Program bertema “Optimizing MSME Competitiveness” di Melaka, Malaysia, 26–28 Agustus 2026.
Salah satu agenda kunjungan diarahkan ke Galeri Lebah Melaka, yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari daya tarik wisata.
Kunjungan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk melihat keterkaitan antara potensi sumber daya lokal, inovasi produk, pengemasan, pengalaman konsumen, serta strategi pemasaran dalam membangun daya saing UMKM. Konsep tersebut relevan dengan tantangan UMKM saat ini yang tidak cukup hanya menghasilkan produk, tetapi juga dituntut mampu menciptakan nilai dan membangun diferensiasi di pasar.
Kaprodi S3 Program Doktor Ilmu Manajemen FEB Universitas Riau, Dr. Lailan Tawila Berampu, SE., M.Si., mengatakan kunjungan lapangan memberikan perspektif penting bagi mahasiswa doktoral dalam memahami praktik bisnis secara lebih nyata.
«“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep daya saing dari perspektif teori, tetapi juga melihat bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi nilai ekonomi melalui inovasi, pengelolaan produk, pemasaran, dan pemahaman terhadap konsumen. Galeri Lebah Melaka memberikan contoh bagaimana potensi lokal dapat dikemas menjadi pengalaman dan produk yang memiliki nilai tambah.”»
Menurut Dr. Lailan, pembelajaran internasional seperti ini penting karena mahasiswa doktoral dituntut mampu melihat persoalan manajemen secara kritis dan kontekstual. Pengalaman di Melaka diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan gagasan dan praktik penguatan UMKM di Indonesia, khususnya dalam mengoptimalkan keunggulan lokal.
Kunjungan ke Galeri Lebah Melaka sekaligus memperkuat pesan utama program “Optimizing MSME Competitiveness” bahwa daya saing UMKM tidak semata ditentukan oleh produk, tetapi oleh kemampuan mengubah potensi lokal menjadi nilai, pengalaman, diferensiasi, dan keunggulan yang relevan bagi konsumen. rls/nor

No Comment to " Belajar dari Galeri Lebah Melaka, Mahasiswa S3 FEB UNRI dalami Strategi Penguatan UMKM "